Greenback Masih Kokoh, Rival USD Tertekan

Greenback Masih Kokoh selama perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga menjelang sore hari ini. Secara umum, Greenback terus menerus memberikan tekanan kepada rival mata uang utama (EUR, AUD, NZD, CAD, CHF). Poundsterling (GBP) dan Japanese Yen (JPY) terlihat tidak terlalu terpengaruh, karena masih mengalami aksi penguatan lanjutan dari akhir pekan lalu.

Greenback Masih Kokoh – Sebagian Besar Rival Tertekan

Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa di sesi perdagangan akhir pekan lalu, Greenback / Indeks Dolar AS terus memberikan sedikit demi sedikit tekanan. Hal ini mengakibatkan EUR/USD ditutup melemah di level 1.2288 dan terus melemah ke level 1.2265 saat ini. Lalu GBP/USD meskipun pada akhir pekan ditutup menguat di level 1.3941, hari ini terlihat sedikit melemah di level 1.3926. AUD/USD semakin melemah dari level penutupan 0.7713, turun ke level 0.7701. Yang terakhir adalah US/JPY juga ikut sedikit tertekan setelah pada sesi perdagangan pekan lalu melemah di level 105.98, turun ke level 105.82.

Meskipun beberapa kali Dolar AS terus dihantam oleh berbagai sentimen negatif dari pemerintahan Trump, namun dapat terus membaik meskipun perlahan.  Pembaikan terjadi akibat data tenaga kerja AS, pembukaan lapangan kerja baru, serta sentimen Michigan terus mengalami perbaikan. Kenaikan yang terjadi tersebut juga semakin memperkuat anggapan bahwa suku bunga The Fed akan naik pertama kalinya di pekan ini. Investor juga akan terus mencari informasi sebenarnya berapa kali lagi kenaikan suku bunga The Fed akan dilakukan.

Dari beberapa faktor diatas, membuat USD dapat menekan berbagai mata uang utama dunia lainnya. Apalagi, Safe Haven Emas pada akhir pekan lalu mengalami kelebihan permintaan atas adanya antisipasi kenaikan suku bunga The Fed.

Kenaikan Greenback ternyata juga didukung oleh berbagai sentimen negatif yang terjadi di luar negara AS. Contohnya, Data Inflasi Zona Euro yang masih belum mampu untuk mendukung normalisasi kebijakan moneter ECB, sehingga sampai saat ini EUR masih terus tertekan.

Contoh lain terjadi di Poundsterling, yang masih tertekan setelah Rusia mengusir puluhan diplomat Inggris dari Moskow. Aksi pengusiran ini adalah sebuah bentuk pembalasan dari aksi London yang mengusir diplomat Rusia dari kotanya.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account