Perusahaan Jepang Bakal Naikkan Upah, Namun Tetap Dibawah Target PM Abe

Japan Inc., yakni Perusahaan Jepang berskala besar pada hari rabu kemarin (14/03) sepakat untuk menaikkan upah untuk kelima kalinya (5 tahun berturut-turut). Meskipun begitu kenaikan tersebut masih akan dibawah target 3% yang ditetapkan oleh PM Shinzo Abe. Hal ini tentu saja menambah skeptisme bahwa Bank Sentral mampu menekan target harga konsumen.

Negosiasi Perusahaan Jepang

Hasil negosiasi yang dilakukan oleh berbagai perusahaan jepang berskala besar, tepatnya antara manajemen dan serikat pekerja, yang diumumkan secara langsung oleh perusahaan elektronika dan otomotif berskala besar, mengisyaratkan potensi kenaikan upah dapat terjadi diseluruh bagian negara Jepang. Kemudian, efek lanjutan adalah belanja konsumen Jepang di masa depan akan terus meningkat.

Abe sebelumnya telah berkampanye untuk menaikkan gaji pekerja sebesar 3%. Hal ini dilakukan untuk menyingkirkan deflasi yang telah terjadi selama hampir 2 dekade. Selain itu, konsumsi juga akan terpacu, dan pertumbuhan ekonomi bisa menjadi lebih baik di masa depan.

Gubernur BoJ (Bank of Japan / Bank Sentral Jepang), Haruhiko Kuroda juga mendesak tentang kenaikan upah sebesar 3% agar dorongan inflasi ke target 2% bisa tercapai dalam waktu dekat.

Pertumbuhan upah yang akan terjadi, diproyeksikan bakal mempercepat bonus besar di beberapa perusahan berskala kecil. Meskipun begitu, banyak pihak yang yakin bahwa kenaikan tersebut tidak akan sampai pada angka 3% seperti target Abe. Jadi, kemungkinan kenaikan suku bunga bank sentral jepang juga masih terhambat untuk beberapa waktu kedepan.

Kepala Ekonom SMBC Nikko Securities, Yoshimasa Maruyama mengatakan bahwa :

“Bank Sentral Jepang tidak akan bergerak tahun ini. Mungkin kita hanya akan melihat kenaikan suku bunga di tahun depan”.

Penerapan kenaikan gaji sebenarnya bukan murni kenaikan gaji perbulan, namun lebih seperti bonus. Meskipun perusahaan jepang telah memiliki aliran dana yang besar dengan pendapatan yang sehat, namun mereka tetap berhati-hati dalam menaikkan gaji pokok pekerja. Mereka lebih memilih untuk memberikan bonus lembur, ataupun bentu apresiasi lain, misalnya dengan barang.

Beberapa perusahaan telah menetapkan kenaikan gaji plus tunjangan hingga 3.3%, seperti yang dilakukan oleh perusahaan Toyota.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account