Greenback Makin Terdepresiasi Hari Ini 15 Maret 2018

Greenback terlihat semakin terdepresiasi (tertekan) pada sesi perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga siang hari ini. Secara umum, Greenback tertekan oleh hampir keseluruhan mata uang utama dunia, terutama Japanese Yen (JPY).

Sebab Greenback Tertekan

Greenback yang mengalami tekanan ini adalah akibat dari bentuk wujud dari kekecewaan pasar atas pemecatan Sekretaris Negara, Rex Tillerson. Selain itu, sisi proteksi Washington juga berdampak pada Beijing, China.

Sepertik kita ketahui sebelumnya bahwa Greenback kemarin mengalami sedikit kenaikan dan mampu menekan sedikit kepada mata uang utama dunia lainnya. Penguatan menyebabkan EUR/USD melemah ke level 1.2367, GBP/USD melemah di level 1.3972. Selain itu pari lain mengalami sedikit kenaikan.

Secara garis besar, Indeks Dolar AS terlihat mengalami tekanan yang cukup besar dari rival mata uang dunia lainnya. Tekanan terbesar berasal dari Yen sebagai lanjutan dari beberapa hari ini. Investor Jepang menentang keras tentang sikap presiden AS yang memecat Rex Tillerson, Sekretaris negaranya. Bahkan, sosok yang menggantikannya merupakan sosok kontroversial. Yakni, Gubernur CIA, Mike Pompea, yang beraliran garis keras.

Situasi seperti ini tentu saja sangat tidak menguntungkan untuk mata uang AS, karena seluruh investor tentunya ingin merasakan situasi aman untuk beberapa agenda berikutnya, seperti pertemuan dengan Kim Jong-un, Pemimpin Korea Utara, yang diselenggarakan pada bulan Mei nanti.

Para Investor juga merasa sangat khawatir terhadap kemungkinan perang perdagangan dunia yang bakal berkecamuk. Perang dagang disinyalir akan berkecamuk jika salah satu pihak merasa dihambat / dirugikan dengan penerapan tarif bea masuk yang baru.

Sejauh ini, Dolar AS telah tertekan hingga 0.4% sejak awal pekan ini oleh JPY. Para investor beralih ke JPY karena dianggap sebagai Next Safe Heaven, sehingga bagaimanapun USD mengalami pelemaham. Menurut Larry Kudlow, penasehat gedung putih, menginginkan bahwa USD tidak turun lebih lanjut karena bisa membahayakan ekonomi AS.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kekhawatiran tentang perang dagang menjadi sangat besar. Jadi, kemungkinan USD mengalami tekanan lebih lanjut dapat terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account