SNB Pertahankan Kebijakan Suku Bunga Rendah

SNB Pertahankan Kebijakan Suku Bunga RendahBank sentral Swiss mempertahankan suku bunga di level terendah dan mengulangi kemungkinan intervensi. Bank tetap berpegang pada kebijakan yang membantu melemahkan mata uangnya.

Swiss National Bank (SNB) mengatakan franc tetap “bernilai tinggi” terhadap euro pada hari Kamis dan kebijakan saat ini masih tetap “diperlukan.” Keputusan untuk semua alat moneter tetap tidak berubah sudah diantisipasi secara luas.

Sementara pertumbuhan ekonomi di Swiss dan sekitaran zona euro telah menguat, tekanan harga tetap rendah, dan SNB tidak ingin melakukan apapun yang dapat mendorong franc dan mengurangi upayanya untuk mengangkat inflasi.

Tapi keputusan Swiss untuk berada pada ketetapannya sangat berbeda dengan banyak bank sentral lainnya. Federal Reserve kemungkinan menaikkan suku bunga lagi minggu depan. Bank of England memberi sinyal pengetatan lebih cepat ke depan dan bahkan Bank Sentral Eropa baru-baru ini menggeser panduan kebijakannya, sedikit mendekati langkah keluar dari stimulus.

Menurut Presiden SNB, Thomas Jordan, dalam pernyataannya bahwa situasi di pasar forex masih rapuh dan kondisi moneter bisa berubah dengan cepat.

Kebijakan Suku Bunga Rendah

Swiss berhasil menyelesaikan tahun  2017 dengan pertumbuhan yang solid 0,6 persen pada kuartal keempat. Ini didukung oleh membaiknya ekonomi global dan franc yang lebih lemah. Mata uang tersebut turun 8 persen terhadap euro tahun lalu, membantu para eksportir.

Namun, tanda-tanda penguatan di zona euro, mulai kehilangan momentum dalam beberapa pekan terakhir yang akan berdampak pada Swiss. Dan juga rencana AS terkait tarif impor baja dan aluminium memiliki potensi untuk membawa tindakan balasan dari negara lain.

SNB, yang memiliki suku bunga deposito minus 0,75 persen sejak awal 2015, melihat pertumbuhan sekitar 2 persen tahun ini, tidak berubah dari prediksi sebelumnya.

Pada bulan Desember, SNB sempat mengisyaratkan potensi pengetatan kebijakan moneter, dengan perkiraannya menunjukkan inflasi menembus angka 2 persen di tahun 2020. Dalam outlook terakhir, pertumbuhan harga terlihat sebesar 2,2 persen pada kuartal terakhir tahun itu.

SNB juga mengatakan inflasi rata-rata tahun ini 0,6 persen dan 0,9 persen pada 2019. Itu dibandingkan dengan perkiraan Desember masing-masing 0,7 persen dan 1,1 persen. Bank sentral juga mengeluarkan inflasi tahunan pertama tahun 2020, memperkirakan pada 1,9 persen.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account