Perang Dagang Dengan AS Jadi Bencana Bagi China

Bencana bagi china jika pihaknya memulai perang dagang dengan AS. Sehingga, China menyerukan pernyataan resmi bahwa pihaknya tidak akan memulai perang dagang dengan AS. Meskipun begitu, pihak pemerintah China tetap akan mempertahankan kepentingan nasionalnya, dalam menghadapi aksi proteksionisme yang dilakukan AS baru-baru ini. Aksi proteksionisme tersebut adalah menaikkan tarif impor untuk produk Baja dan Aluminium.

Perang Dagang Tidak Akan Menguntungkan Kedua Belah Pihak

Zhong Shan, Menteri Perdagangan China, mengatakan bahwa jika adak 2 pihak yang melakukan perang dagang, maka tidak ada satupun yang akan menang. Perang dagang justru akan menimbulkan bencara besar bagi kedua pihak, dan merembet ke seluruh dunia.

Zhong juga tidak ingin pihaknya ikut memulai peperangan, namun pihaknya akan tegas membela kepentingan negara dan rakyatnya.

Pernyataan tersebut adalah yang terbaru dari Beijing terkait masalah perdagangan serta kerjasama ekonomi China – AS terkait kenaikan tarif impor logam. Pembebasan negara Meksiko dan Kanada dari tarif Trump membuat banyak negara iri, termasuk China.

Pemimpin China telah memberikan ancaman melakukan pembalasan, jika hambatan perdagangan semakin meningkat.  Namun, saat ini pihaknya belum mengambil keputusan apapun untuk menanggapi rencana Trump.

Zhong menambahkan bahwa AS telah melebih-lebihkan defisit perdagangannya, dengan China yang memberikan peranan sekitar 20% setiap tahunnya.

Zhong memang tidak memberikan rincian tentang angka 20% tersebut. namun, Amerika dan China pada umumnya memiliki laporan yang berbeda satu sama lain. Hal ini disebabkan karena China hanya menghitung dari pelabuhan pertama tempat pengiriman, terhadap produknya. Sehingga, perbedaan defisif sebesar $375 miliar yang di laporkan beberapa waktu lalu memang berbeda dengan laporan yang dimiliki China.

Zhong bahkan menyalahkan Amerika karena tidak dapat mengontrol sektor ekspornya. Terumta pada sektor Teknologi Tinggi seperti Super Komputer, serta berbagai material canggih untuk aplikasi militer. Hal ini tentu saja dapat mempersempit defisit perdagangannya sendiri.

Sebelum kenaikan tarif Baja dan Aluminium, Trump bahkan telah menetapkan tarif impor yang lebih tinggi untuk produk mesin cuci, modul surya, dan barang-barang produk China lainnya.  Hal ini tentu menimbulkan kecurigaan bahwa Amerika Serikta tidak menerapkan tindakan berdasarkan WTO, dan justru mengambil langkah secara independen.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account