Inflasi Zona Euro Butuh Waktu Lama Untuk Naik

Menurut jan Smets, salah satu pembuat kebijakan dari Belgia mengatakan bahwa Inflasi Zona Euro membutuhkan waktu lebih lama untuk naik.  Hal ini menjadi lebih buruk dari prakiraan para ekonom dunia.

Penyebab Inflasi Zona Euro Tertahan

Inflasi Zona Euro tertahan karena kapasitas cadangan memakan waktu yang lebih lama untuk dihabiskan. Meskipun begitu, seharusnya ECB atau Bank Sentral Eropa tidka menerima pertumbuhan harga yang terletak di bawah target.

Reuters menyampaikan, dalam sebuah wawancara Smets mengatakan bahwa dengan tekanan inflasi yang saat ini lemah, Bank Sentral belum memulai diskusi apapun terkait revisi kerangka kebijakan moneter. Bahkan, forward guidance (panduan ke depan)untuk melayani blok Uni Eropa juga belum di set-up sama sekali.

Karena melihat pertumbuhan yang cukup cepat salama beberapa tahun terakhir, ECB mengulang sebuah janji lama dalam minggu ini untuk melakukan pembelian obligasi jika diperlukan. Langkah ini sebenarnya terbilang kecil dalam mengakhiri kebijakan stimulus sebesar 2.55 triliun.

Namun, inflasi di Zona Eropa terbukti sangat sulit didorong naik, dan kemungkinan besar akan meleset jauh dari target bank sentral. Target inflasi 2% selama beberapa tahun mendatang kemungkinan besar tidak dapat tercapai, karena itulah ECB bersedia mengakhiri pembelian obligasi pada tahun ini. Aksi ini akan tetap dilakukan karena pasar sedang menginginkannya.

Smets mengatakan :

“Pencapaian target inflasi akan memakan waktu lebih lama daripada yang kita prediksi sebelumnya. Tingkat output potensial mungkin akan lebih tinggi akibat reformasi struktural”.

“Inflasi akan memakan waktu lebih lama untuk terbangun. Namun kita harus memenuhi tujuan stabilitas harga dan tidak menerima harga dibawahnya”. Pungkas Smets.

Saat ini, para investor sedang terus mencari petunjuk terkait langkah ECB dalam menghentikan stimulus. Komentar dari smets diatas telah menjelaskan bahwa ECB dapat terus bergerak jika inflasi mengalami kenaikan. Jadi, selama inflasi belum mencapai target, sepertinya kebijakan stimulus super ringan masih akan terus dilakukan oleh Bank Sentral Eropa tersebut. Sehingga, jika dianalisis kembali, kenaika mata uang Euro sepertinya akan tertahan untuk beberapa waktu.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account