Paket Stimulus Inggris Tidak Akan Berakhir Dalam Waktu Dekat

David Miles, salah satu anggota komite kebijakan moneter BoE (Bank of England / Bank Sentral Inggris) mengatakan bahwa Paket Stimulus Inggris tidak akan berakhir dalam waktu dekat.

Penyebab Paket Stimulus Inggris Terus Terjadi

Kebijakan pelonggaran kuantitatif yang dilakukan oleh Bank Sentral Inggris telah mendorong pasar, serta mempertahankan suku bunga rendah sejak 2008.

David Miles turut mengungkapkan bahwa dia secara pribadi tidak yakin akan muncul aksi penghapusan QE atau Paket Stimulus dari Bank Sentral.

Seperti yang kita ketahui bahwa krisis moneter yang terjadi pada tahun 2008 lalu telah mendapatkan respon sama dari berbagai bank sentral. Yakni, pemangkasan suku bunga hingga ke tingkat terendah mendekati Nol Persen (0%).  Selain itu, bank sentral juga telah menerapkan pembelian obligasi (Surat Piutang) dalam skala besar, terutama yang berasal dari Bank Umum.

Pemikiran BoE pada saat itu adalah agar bank umum menggunakan uang tersebut untuk membeli obligasi yang lebih beresiko, seperti obligasi korporasi. Sehingga, rangsangan dan dukungan pasar dan ekonomi dapat terjadi secara masif.

Miles yang juga seorang Profesor Ekonomi Keungan Imperial College Business School menegaskan bahwa kebijakan yang diambil pada masa lalu berhasil mencegah krisis lebih dalam.

Pada tahun 2017, Federal Reserve (Bank Sentral AS) telah mulai mengurangi program stimulusnya dengan menjual obligasi ke pasar. Hal ini tentu saja menyebabkan timbulnya asumsi bahwa bank sentral negara lain juga turut melakukan hal yang sama. Apalagi, ditambah ECB (Bank Central Uni Eropa) yang dengan tegas akan menjual obligasi jika prospek ekonomi membaik. Sebaliknya, ECB juga dengan tegas mengatakan bahwa akan memperpanjang pembelian aset jika ekonominya semakin tergerus.

Ketika berbicara di Konferensi Investasi Pensiun, David Miles mengatakan bahwa Paket Stimulus Inggris tidak mungkin dibatalkan. Selain itu, kenaikan suku bunga bank sentral Inggris pun masih sulit untuk dilakukan.  Suku bunga yang rendah, dan obligasi menjadi salah satu kekhawatiran investor bahwa akan terjadi defisit besar yang muncul dimasa mendatang.

Kekhawatiran tersebut tentu saja membuat mata uang Inggris (GBP) tertekan dengan aksi jual yang berlebihan dan membuatnya tergelincir.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account