Pasar Khawatirkan Ekonomi AS Melambat Jika FED Agresif Naikkan Suku Bunga

wall-street-saham-amerikaEuro, sterling dan dolar Kanada menutup bulan Februari di posisi terendah. Sedangkan Franc Swiss, dolar Australia dan dolar Selandia Baru juga mengalami kerugian yang signifikan dan berada di kisaran level terlemahnya dalam 30 hari.

Pelemahan lebih lanjut pada Rabu, menegaskan pandangan bahwa pasar menafsirkan komentar Ketua Fed Jerome Powell mengenai kebijakan ekonomi dan moneter menjadi lebih negatif terhadap aset berisiko daripada dolar AS.

FED Agresif

Indeks Dow Jones, yang memulai hari di wilayah positif namun berakhir turun 380 poin kemarin. Sell-off atau penjualan masif ini mengisi gap di awal minggu dan menempatkan saham berisiko mengalami kerugian lebih lanjut.

Laporan ekonomi AS terbaru juga mengemukakan kekhawatiran bahwa pertumbuhan bisa melambat setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga dalam 3 minggu. Pertumbuhan PDB kuartal keempat direvisi turun menjadi 2,5%, indeks PMI Chicago turun ke level terendah dalam 6 bulan sementara penjualan rumah yang tertunda turun dengan jumlah terbesar sejak 2013. Meskipun tidak satu pun dari laporan ini adalah mengubah sentimen kebijakan untuk The Fed, namun kekhawatiran investor semakin meningkat terkait kenaikan suku bunga. Hal ini menambahkan tekanan pada mata uang dan ekuitas.

Pedagang akan menunggu rilis data pendapatan individu (personal income), pengeluaran individu (personal spending), klaim pengangguran (jobless claim) dan laporan ISM manufaktur untuk mengetahui apakah pelemahan yang sedang terjadi didukung oleh data.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account