Bos IMF Proyeksikan Ekonomi Global Tumbuh 3.9% Pada Tahun 2018 dan 2019

Ekonomi Global menunjukkan pertumbuhan yang cukup luas. Namun, lanskapnya bergeser dengan peningkatkan resiko perselisihan perdagangan. Selain itu, normalisasi kebijakan moneter dan perubahan teknologi juga mempengaruhi pergeseran tersebut. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Managing Director International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde.

Proyeksi Ekonomi Global Tetap Positif

Lagarde yang berbicara dalam sebuah konferensi IMF di Jakarta, Indonesia, merupakan bagian dari persiapan untuk pertemuan tahunan IMF di Bali di Bulan Oktober.

Lagarde mengatakan bahwa :

“IMF memperkirakan pertumbuhan global mampu mencapai 3.9% di tahun 2018 dan 2019”.

Besaran angka prakiraan tersebut tidak berubah dari perkiraan IMF di bulan Januari tahun lalu di angka 3.7%. Ia menambahkan bahwa negara ASEAN sepakat untuk mempersiapkan diri terhadap pergerakan suku bunga yang lebih tinggi di negara maju seperti Eropa dan AS. Namun, Lagarde tetap memberikan peringatan bahwa para pembuat kebijakan harus tetap waspada tentang penguruh kenaikan suku bunga tersebut. bisa saja kebijakannya akan mempengaruhi terhadap stabilitas keuangan dan arus modal yang sedang bergejolak.

Lagarde menyampaikan :

“Pihak kami sadar bahwa hal ini akan memiliki efek Spillover (meyebar) ke seluruh dunia”. Kami tahu ini akan terjadi”.

Lagarde menambahkan :

“Masih belum pasti bagaimana pergeseran akan mempengaruhi negara lain dalam sektor pendapatan, pekerjaan”.

Negara ASEAN perlu mengadopsi model pertumbuhan baru yang akan memberikan penekanan yang besar terhadap permintaan domestik. Perdagangan regionel dan diversifikasi ekonomi, serta mempersiapkan perubahan teknologi seperti optimasi otomasi pabrik, AI (Kecerdasan Buatan), bioteknologi, dan teknologi keuangan yang baru termasuk mata uang digital.

Meskipun adopsi tersebut dapat menghilangkan beberapa jumlah pekerjaan, namun negara tersebut harus berupaya untuk mendidik para pekerja. Upaya tersebut dapat dilakukan agar pemanfaatan teknologi baru dapat dilakukan.

Lagarde kemudian menjelaskan :

“Banyak lapangan pekerjaan akan terpengaruh dari adopsi tersebut. Beberapa mungkin akan hilang, namun perusahaan akan semakin maju dengan otomasi. Jadi, kita sangat perlu memikirkan masa depan pekerjaan”.

Uniknya, dalam pertemuan Lagarde di Indonesia, Ia menyoroti Go-Jek, layanan transportasi berbasis online yang baru-baru ini populer. Ia mengatakan bahwa Go-Jek menjadi sebuah contoh inovasi yang ditargetkan secara spesifik, sehingga lapangan pekerjaan justru bertambah.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account