Penguatan Dolar AS Gagal Dipertahankan

Selama beberapa hari terakhir, Dolar AS dan Indeks Dolar AS (Greenback) mengalami penguatan yang beruntun. Namun, Penguatan Dolar AS tersebut harus terhenti hari ini karena pelemahan yang cukup besar terjadi.

Penyebab Terhentinya Penguatan Dolar AS

Penguatan Dolar AS terhenti akibat imbal hasil obligasi AS (Treasury) merosot dari level tertinggi 4 tahun. Kemerosotan tersebut disinyalir berasal dari sikap Federal Reserve yang tetap berhati-hati dalam menaikkan suku bunga. Federal Reserve memang yakin bahwa tingkat obligasi AS, dan inflasi memang naik, namun kenaikan suku bunga harus tetap dilakukan dengan hati-hati.

Data dari CNBC menunjukkan bahwa Indeks Dolar AS (Greenback) mengalami penurunan sekitar 0,30% ke level 89,75.

Tingkat Yield Treasury AS 10 tahun mengalami penurunan tajam menjelang penerbitan surat utang baru, dan juga komentar dari St. Louis James Bullard, Presiden The Fed saat ini. Dua sentimen negatif tersebut langsung menjadi pukulan keras bagi Dolar AS yang baru saja menutupi beberapa kerugiannya. Penurunan Dolar AS ini juga menyusul penurunan sebelumnya saat rilis notulen FOMC Minutes pada hari Rabu.

Bullard juga menegaskan bahwa Bank Sentral AS harus berhati-hati untuk tidak menaikkan suku bunga secara tergesa-gesa pada tahun ini. Kenaikan suku bunga yang terlalu cepat justru dapat memperlambat ekonomi. Apalagi, saat ini Bank Sentral di negara lain juga sedang bersiap-siap untuk menaikkan suku bunga mereka.

Disisi lain, laporan pasar tenaga kerja yang optimis bisa menambah sedikit dukungan terhadap Indeks Dolar AS. Departemen Tenaga Kerja AS telah melaporkan bahwa angka pengangguran awal turun sebesar 8.000 di level 222.000. Penurunan per 17 Februari tersebut lebih tinggi daripada proyeksi berbagai ekonom dunia.

Tergelincirnya Dolar AS kemudian menguntungkan Sterling (GBP) dan Euro (EUR). Padahal, sebelumnya dua mata uang Eropa tersebut mengalami penekanan akibat dari pernyataan Dovish yang dilontarkan ECB.

Notulen ECB mengatakan bahwa masih “terlalu dini” bagi ECB untuk menyesuaikan Forward-Guidance (Panduan Ke Depan) terkait inflasi yang masih tetap lemah saat ini.

Hari ini, XXX/USD mengalami kenaikan, dengan EUR/USD mengalami kenaikan terbesar 0,39%. Sedangkan USD/XXX mengalami penurunan, dengan USD/JPY turun 0,95%.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account