Arti Defisit Kembar Untuk The Fed Dan Dolar AS

Akhir-akhir ini, para ekonom dunia sering dibingungkan dengan pelemahan Dolar AS yang berkebalikan dengan beberapa sentimen positif. Indeks Dolar AS melemah meskipun imbal hasil obligasi (Treasury) sedang mengalami kenaikan. Beberapa ekonom dunia telah menemukan jawabannya, yaitu karena Double Deficit atau Defisit Kembar.

Apa Artinya Defisit Kembar?

Dalam hal ini, tentu saja kita tidak bisa menyamakannya dengan kata “kembar” pada masalah lain seperti pada genetika manusia. Namun, Defisit Kembar adalah dorongan tambahan fiskal untuk perekonomian AS yang berasal dari pemotongan pajak. Undang-undang  pemotongan pajak perusahaan disahkan oleh Presiden Trump pada Desember 2017 lalu. Masalahnya, kebijakan pemotongan pajak tersebut telah memperdalam defisit anggaran dan defisit transaksi berjalan. Dari sinilah istrilah Double Defisit atau Defisit Kembar muncul.

Fenomena tersebut saat ini sangat sering di perbicangkan, terutama pada kalangan ekonom dan investor global. Dolar AS terus mengalami pelemahan, sementara ekonomi AS menurut The Fed bisa dibilang mengalami pertumbuhan yang baik.Sehingga, The Fed mau tidak mau harus memperketat kebijakan moneternya, dan mulai menaikkan suku bunga.

Jika dilihat dari kenaikan Yield atau Imbal Hasil Obligasi (Treasury), tentu saja Dolar AS harusnya mengalami kenaikan. Namun tidak begitu kenyataannya, Indeks Dolar justru mengalami penurunan hingga 11,5% selama 12 bulan terakhir. Hal ini disebabkan oleh harga Treasury yang terus meningkat, dan juga imbal hasil yang sejalan. Bahkan, Imbal hasil 2 tahun (2 years) dan 10 tahun (10 Years) sudah lebih tinggi daripada tahun 2008 lalu.

Salah satu ekonom di Kolom Financial Times, Gavyn Davies, menyatakan bahwa Double Defisit bisa dilihat sebagai pertanda bagi krisis dolar AS yang sangat serius. Dia pun menambahkan, memang benar hubungan defisit dengan pergerakan mata uang sangat lemah hubungannya. Namun, bisa jadi pergerakan tersebut akan bergerak ke arah berlawanan dalam kurun waktu yang lama.

Kemudian, karena terjadi Double Defisit, The Fed harus merubah kebijakan moneternya, dan menaikkan suku bunganya dengan lebih cepat. Disisi lain, dengan kenaikan suku bunga tentu akan terjadi pembengkakan biaya hutang, dan hal ini sangat buruk terhadap kinerja ekonomi AS.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account