Pertumbuhan Ekonomi Jepang Menjadi Yang Terpanjang Selama 28 Tahun

Pertumbuhan Ekonomi Jepang terus mengalami perkembangan hingga kuartal kedelapan. Ekspansi pertumbuhan tersebut menjadi yang terpanjang sejak Gelembung Ekonomi tahun 1980-an. Meskipun begitu, laju pertumbuhan juga sempat turun tajam dan meleset dari proyeksi para ekonom.

Laju Pertumbuhan Ekonomi Jepang

Jika Jepang mengalami perlambatan dalam pertumbuhan ekonominya, secara tidak langsung penguatan Yen akan terjadi. Selain itu, tekanan inflasi juga akan melemah dan potensi Stimulus Bank Sentral Jepang berlanjut semakin besar.

Perekonomian Jepang telah tercatat mengalami ekspansi secara terus-menerus terpanjang. Dimulai sejak perenggangan 12 kuartal dari 1986 hingga 1989. Rentang waktu tersebut juga merupakan waktu terjadinya puncak Gelembung Ekonomi Jepang.

Pertumbuhan Ekonomi Jepang sebesar 0,5% pada tingkat tahunan, pada bulan Oktober – Desember. Angka tersebut ternyata lebih kecil dari proyeksi median para ekonom dunia yang memproyeksikan pertumbuhan sekitar 0,9% per tahun. Angka tersebut juga mengikuti kenaikan tahunan 2,2%, hasil revisi bulan Juli – September.

Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami pertumbuhan 0,1%, lebih rendah dari Triwulan sebelumnya. Angka prakiraan triwulan sebelumnya adalah 0,2% dan ekspansi kuartal ke kuartal 0,6% di bulan Juli – September.

Konsumsi Swasta naik 0,5% yang menyumbang 2/3 dari PDB, naik dari kuartal sebelumnya. Angka tersebut lebih tinggi dari proyeksi median dengan kenaikan 0,4%.

Belanja modal pada Oktober – Desember naik 0,7% dari kuartal sebelumnya, namun kurang dari prakiraan median di level 1,1%. Namun, kenaikan tersebut merupakan kenaikan kelima secara berturut-turut sekaligus menjadi indikator keuntungan yang berkelanjutan dalam Investasi Bisnis.

Permintaan luar negeri mengalami penurunan dari PDB dibulan Oktober – Desember. Sektor Ekspor naik 2,4%, dengan diimbangi lonjakan 2,9% pada sektor Impor berkat permintaan wilayah domestik yang cukup kuat.

Pertumbuhan Ekonomi Jepang telah melaju ke tingkat tertinggi diatas pertumbuhan potensial di kuartal terakhir.Tentu saja hal ini dapat menjadi dorongan kepercayaan yang tumbuh bahwa pasar tenaga kerja Jepang semakin ketat, sehingga keuntungan yang didapatkan perusahaan akan meningkatkan pengeluaran konsumen dan menghasilkan inflasi yang lebih kuat. Meskipun begitu, faktanya adalah kenaikan upah masih tetap lamban meskipun konsumsi swasta dan investasi bisnis meningkat.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account