Deputi Gubernur RBA Beri Peringatan Pertumbuhan Upah Bakal Sulit

Deputi Gubernur RBA (Reserve Bank of Australia / Bank Sentral Australia), Luci Ellis memberikan peringatan bahwa :

“Pertumbuhan upah bisa memakan wkatu yang lama. Terutama jika tingkat pengangguran Australia mencapai level Full Employment”.

Dasar Pernyataan Deputi Gubernur RBA

Bank Sentral Australia memperkirakan bahwa tingkat lapangan kerja penuh bakal terjadi di Australia. Sehingga, kenaikan upah dapat terhambat untuk beberapa waktu.

Pada tahun 2017 lalu, Australia berhasil membukukan sekitar 400.000 pekerjaan baru, sedangkan tingkat pengangguran di negara tersebut mengalami kenaikan sekitar 5,5% di bulan Desember. Hal ini disebabkan lebih banyak orang mencari pekerjaan untuk memenuhi biaya kehidupan mereka. RBA pada tahun lalu juga sempat memperkirakan pertumbuhan tingkat pengangguran akan meningkatkan upah sekitar 5%.

Ellis, Penasehat utama Bank Sentral Australia, mengatakan sejak saat itu, pihak RBA belum memiliki alasan untuk mengubah proyeksi tersebut. Tapi pihak RBA sadar bahwa semakin angka pengangguran berkurang dengan adanya lapangan kerja yang luas, akan ada banyak ruang upah untuk turun. Barulah nanti peningkatan setelah penurunan tersebut akan terjadi secara masif.

Dalam sebuah pidatonya, Ellis juga menyebutkan beberapa aspek yang saling memiliki korelasi dengan upah pekerja yaitu :

  • Berapa cadangan Devisa yang dimiliki
  • Berapa banyak pertumbuhan upah dan inflasi
  • Seberapa kuat pertumbuhan konsumsi, jika upah terus lemah

Dari ketiga hal tersebut nantinya, Otoritas pemerintah melalui RBA dapat mengambil beberapa kebijakan terkait upah para pekerja di Australia.

Ellis juga menuturkan bahwa Australia telah memiliki pertumbuhan sektor lapangan pekerjaan yang sangat kuat selama tahun lalu. Angkanya bahkan jauh dari ekspektasi yaitu lebih dari 2 kali lipat tingkat pertumbuhan penduduk dalam usia kerja.

Ellis juga turut menjelaskan, namun angka tersebut belum masuk ke dalam pertumbuhan konsumsi yang signifikan. Pertumbuhan pendapatan untuk rumah tangga telah melemah selama beberapa tahun terakhir. Tentunya pelemahan itu akan membebani pertumbuhan tingkat konsumsi barang dan jasa di Australia secara keseluruhan.

Sementara Australia sedang menekan tingkat pengangguran untuk menaikkan upah, namun disisi lain pengeluaran rumah tangga masih sangat lemah dibandingkan konsumsi global.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account