VISA : Belanja Konsumen Inggris Tetap Lesu Di Bulan Januari

Elemen yang menentukan Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara adalah dari Belanja Konsumen. Di UK / Inggris, Belanja Konsumen sedang dibayang-bayangi oleh inflasi tinggi dan juga sisi negatif Brexit. Hingga kini, Kesepakatan Brexit semakin tidak jelas, sehingga menyebabkan rakyatnya menjadi skeptis. Hal ini berakibat turunnya daya belanja mereka, dengan memprioritaskan barang pokok (makanan, penghangat ruangan) saja.

Belanja Konsumen Semakin Suram

Dari hasil survei yang dilakukan Senin (12/02) mengatakan bahwa para konsumen Inggris menghabiskan lebih sedikit dananya pada bulan Januari. Bahkan, menjadi angka belanja yang turun pertama kali sejak tahun 2013 silam. Hal ini justru menggarisbawahi bahwa rumah tangga Inggris sedang sangat berhati-hati mengenai keuangan mereka. Mereka khawatir tentang “Simpanan” yang dimiliki, jika sewaktu-waktu keputusan Brexit menjadi buntu, dan akan merugikan perekonomian Inggris.

Visa, salah satu penyedia kartu Debit dan Kredit terbesar di Inggris mengatakan bahwa bulan lalu Konsumen UK menjauh dari penjualan retail, terutama pasca Natal.

“Belanja Konsumen Inggris pasca Natal tercatat suram. Mengalami penurunan kedelapan kalinya selama sembilan bulan terakhir. Hal ini disebabkan kekhawatiran Brexit terus membuat konsumen lebih berhati-hati”. Demikian pernyataan dari Pejabat Komersial Visa, Mark Antipof.

Penurunan besar terjadi pada sektor barang mahal seperti penjualan mobil. Namun, untuk beberapa sektor seperti Hotel dan Restoran, dan penjualan retail lain masih mendapatkan perannya. Kebutuhan yang semi primer masih memiliki pertumbuhan meskipun terbilang sangat kecil.

Tingkat pertumbuhan perekonomian Inggris menjadi tertinggal dari pertumbuhan negara maju lainnya selama tahun 2017. Inflasi yang lebih tinggi sejak referendum Brexit digulirkan pada pertengahan 2016 menjadi penyebab utama. Sedangkan penyebab lainnya adalah pertumbuhan upah yang lamban juga mengurangi daya beli konsumen.

Hal diatas senada dengan pernyataan dari ekonom data keuangan HIS Markit Visa, Annabel Fiddes yang juga mengatakan bahwa daya beli konsumen terbebani dengan kekhawatiran terhadap prosesi Brexit. Meskipun begitu, Fiddes juga mengatakan bahwa daya beli konsumen bisa naik pada akhir tahun jika upah pekerja tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account