BMO Capital : Sterling Bakal Tetap Meroket Tanpa Perlu Hiraukan Brexit

Meskipun telah dikabarkan berbagai hal buruk mengenai Brexit seperti bocornya dokumen rahasia UE. Namun BMO Capital tetap yakin bahwa Sterling (GBP / Mata Uang Inggris) dapat terus meroket selama tahun 2018 ini.

Pandangan Ahli Pasar BMO Capital

Para ahli pasar dari BMO Capital telah menginformasikan beberapa proyeksi terbaru terhadap Sterling selama beberapa bulan kedepan.

Menurut para analis tersebut, Sterling dapat tetap meroket selama 12 bulan kedepan dengan beberapa alasan berikut :

  • Kekhawatiran sisi negatif Brexit mereda
  • Undervaluation
  • Pelemahan Dolar AS yang berkepanjangan
  • Munculnya peluang kenaikan suku bunga dari Bank of England (BoE) yang meningkat

Beberapa alasan diatas dapat memicu kepercayaan diri pelaku pasar dalam aksi akumulasi beli selanjutnya.

Stephen Gallo, Kepala FX Strategy di BMO Capital mengatakan bahwa :

“Soft Brexit kemungkinan besar akan terjadi”.

Artinya, Theressa May, Perdana Menteri Inggris saat ini yang tidak memiliki suara mayoritas dari partai politik tidak akan mampu untuk membawa negaranya kepada Hard Brexit. Apalagi, Hard Brexit tidak sesuai diterapkan karena sudah terbukti merugikan bagi negara yang keluar dari persatuan. Contoh paling gampang adalah Irlandia yang keluar dari zona eropa, sehingga ekonominya lambat laun terpuruk.

Bahkan jika Hard Brexit terjadi, kemungkinan ada resiko penggulingan kekuasaan pemerintah konservatif saat ini. Sehingga, muncul pemilihan cepat yang akan mengalahkan partainya May.

Perkembangan Brexit kedepan mungkin akan membuat Sterling meningkat dari tingkat “diremehkan” dan kembali ke nilai jual “wajar”. Seperti pada saat harga sebelum Referendum Brexit digulirkan pada bulan Juni 2016 lalu.

Dukungan lainnya untuk sterling datang dari sisi Fundamental. Dimana Stephen Gallo yakin bahwa Ekonomi Inggris dapat mengambil peran penting dalam pertumbuhan ekonomi global. Hal ini dapat dilihat dari segi manufaktur, dimana inggris cenderung mengalami pertumbuhan, serta peningkatan inflasi yang patut diperhitungkan.  Apalagi, kemungkinan kenaikan suku bunga yang akan diakuisisi oleh Bank of England (BOE) semakin jelas.

Tingkat Suku Bunga yang lebih tinggi dapat mendorong kenaikan Sterling, karena investor akan tertarik untuk menaruh dana mereka di Inggris.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account