China Tuding AS Pertahankan Perang Dingin – Rencana Nuklir Baru Di Cetuskan

Bisa dibilang sebuah kebetulan karena setiap kali AS memiliki pemimpin (Presiden) dari Partai Republik, kebijakannya selalu mengarah ke militer yang dapat memicu Perang Dingin.  Hal yang sama juga terlihat pada kepemimpinan Donald Trump saat ini, dimana tensi geopolitik semakin tinggi. AS melihat Korea Utara sebagai ancaman negara yang nyata, sehingga kuping Donald Trump sudah geli mendengarnya. Apalagi, Donald Trump juga pasti ingin segera membungkam kesombongan resim Kim Jong Un yang membanggakan teknologi mereka.

Perang Dingin Mungkin Saja Terjadi Kembali

Negara China yang merupakan rival terbesar AS dalam persaingan ekonomi, sekaligus sekutu tradisional dari Korea Utara, telah menuding pihak AS mempertahankan keinginan untuk memicu kembali perang dingin. Pihak China mengkritik pedas hal tersebut dan mendesak AS agar segera membuang keinginan perang tersebut.

AS juga tidak boleh salah dalam mengambil sikap pada ranah militernya. Apalagi, Washington sudah menerbiatkan sebuah laporan pekan lalu yang mengatakan bahwa sebuah rencana perluasan kemampuan nuklir AS bakal dilakukan. Hal ini dilakukan “untuk menggentarkan negara lain”. Pernyataan inilah yang kemudian menjadi sumber kritikan keras dari pihak China. Karena saat ini perdamaian diseluruh dunia sudah didapatkan, maka perang tidak dibutuhkan lagi.

Kementerian Pertahanan China memberikan komentarnya bahwa :

“Perdamaian menjadi sebuah trend global yang tidak dapat dirubah. Amerika Serikat, sebuah negara yang memiliki gudang senjata nuklir terluas dan terbesar di dunia juga harus ikut mengambil inisiatif mengikuti trend tersebut”.

Laporan Kebijakan Nukril AS tersebut juga telah menjadi pembicaraan hangan di Negara Rusia. Rusia memandang bahwa dokumen tersebut adalah “Konfrontrasi” yang dapt menimbulkan peningkatan resiko antar kedua negara berkekuatan militer raksasa tersebut.

Seorang pejabat AS mengatakan :

“Pihak Militer AS telah mengambil sikap menentang China dan Rusia, yang mendapatkan julukan Revisionis”.

“Dengan perluasan kemampuan nuklir pada pihak militer AS, dapat mencegah Rusia menggunakan senjata nuklir”.

Begitu yang diyakini oleh pihak AS, namun keputusan seperti itu benar-benar sepihak dan sombong. Pihak China bahkan selalu menerapkan sikap “menahan diri” pada pengembangan teknologi nuklir, dan hanya “mempertahankan” saja.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account