NFP Bullish Tidak Digubris, Posisi Jual Dolar AS Semakin Bertambah

Kabar NFP Bullish benar-benar tidak digubris oleh para spekulan dan para pelaku pasar lainnya. Posisi Jual Dolar AS justru semakin bertambah bertolak belakang dengan data bullish yang diproyeksikan oleh para analis. Bahkan, menurut CFTC (Commodity Futures Trading Commission), mengatakan bahwa posisi jual selama sepekan terakhir menjadi aksi jual terbesar sejak Oktober.

Kenapa NFP Bullish Tidak Digubris?

Dari data Nilai Posisi Net Short  untuk Dolar AS, yang berasal dari para spekulan Psar IMM (International Monetary Market) didapatkan data berikut. Data penjualan bersih dari Yen, Euro, Sterling, Franc, Kiwi, dan Aussie sampai pada angka $13,73 milyar dalam seminggu terakhir. Angka tersebut lebih tinggi dari posisi Net Short pada pekan sebelumnya yaitu $11,47 milyar.

Dalam lingkup yang lebih luas, yang mencakup kontra terhadap Kiwi, Peso, Real, dan Rubel, Dolar AS membukukan posisi Net Short yang lebih besar senilai $17,48 milyar.

Sehingga, tentu saja Dolar AS tetap mengalami bearish berkepanjangan, dengan net short yang naik selama 5 pekan berturut-turut. Para spekulan bahkan sudah menjual Dolar AS hingga tujuh bulan berturut-turut.

Pada hari Jum’at awal pekan Januari, pertumbuhan kerja AS melonjak diiringi dengan upah yang meningkat tajam. Kenaikan tersebut juga merupakan kenaikan terbesar sejak 8 tahun, dan Dolar AS sempat menguat sesaat.

Namun, kenaikan yang sesaat tersebut langsung dibalas dengan sentimen skeptis terhadap penguatan Dolar AS lebih lanjut.

James Chen, Kepala Riset dari Forex.com  mengatakan :

“Laporan pekerjaan yang secara substansial memiliki efek positif terhadap Dolar AS harus menghasilkan rebound yang masuk akal. Apalagi, Dolar AS terbilang masih sakit dan harus dilihat kelanjutannya”.

“Namun, antisipasi kenaikan suku bunga yang sudah dipastikan sebelum rilis data pekerjaaan tidak dapat memberikan Dolar AS penguatan dari pelemahan yang terus menerus”.

Indeks Dolar AS atau Greenback yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap sekeranjang rival mata uang utama telah mengalami penurunan hingga 3,2% selama awal tahun ini. Padahal tahun sebelumnya, Greenback juga sudah mengalami penurunan hingga 10%.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account