Kekhawatiran Inflasi Dorong Pasar Saham Lebih Rendah

Pasar saham Asia diharapkan bergerak penuh fluktuasi pada hari Senin karena kekhawatiran inflasi yang bangkit kembali. Akibatnya imbal hasil obligasi melonjak, menggulingkan Wall Street dari rekor tertinggi dan memicu spekulasi bank sentral secara global mungkin terpaksa menerapkan pengetatan moneter lebih agresif.

Indeks berjangka Nikkei menyiratkan kerugian saat pembukaan sekitar 1,6 persen. Sementara indeks utama Australia sudah turun 1,4 persen. Juga, e-Mini futures untuk S & P 500 turun 0,5 persen pada awal perdagangan, sebuah pergerakan yang sangat tajam untuk jam Asia.

Investor khawatir dengan laporan gaji AS yang dirilis pada Jumat lalu. Data ini menunjukkan upah tumbuh pada laju tercepat dalam lebih dari 8-1 / 2 tahun dan mendorong ekspektasi inflasi.

Pasar berjangka AS bereaksi dengan memasukan faktor kenaikan suku bunga hingga tiga, atau bahkan lebih, oleh Federal Reserve tahun ini.

Kekhawatiran Inflasi

Data upah ini akan menambah “bahan bakar” pada perdebatan apakah Fed tertinggal di belakang kurva acuannya. Sehingga akan meningkatkan peluang jumlah angka tengah Fed bergeser hingga 4 kenaikan suku bunga untuk 2018, menurut analis Deutsche Bank, Alan Ruskin.

Isu ini akan menjadi negatif bagi pasar negara berkembang dan mata uang komoditas. Baik dolar Australia dan Selandia Baru turun tajam seiring dengan angka pekerjaan, bersama dengan sejumlah mata uang Asia.

Itu juga merupakan pukulan besar bagi obligasi pemerintah. Imbal hasil pada obligasi Treasury AS 10 tahun berada di puncak empat tahun di 2,852 persen, telah melonjak hampir 7 basis poin pada hari Jumat.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account