Dolar Selandia Baru Terus Tergerus Setelah Tergelincir Karena Trump

Setelah tergelincir selama sesi perdagangan kemarin (25/01), Dolar Selandia Baru (NZD) terus tergerus. Setelah kemarin NZD mengalami penurunan hingga ½ sen USD, hari ini NZD kembali turun lebih jauh lagi.

Penurunan Lebih Lanjut Dolar Selandia Baru

Penurunan lebih lanjut terjadi akibat pernyataan Hawkish dari Presiden AS, Donald Trump, yang mengatakan ingin melihat Dolar AS lebih kuat. Pernyataan tersebut sekaligus menangkis pernyataan Dovish yang dilontarkan oleh Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin pada hari Rabu (24/01).

Mnuchin mengatakan bahwa dengan Dolar AS yang melemah aktifitas ekonomi AS akan terdukung, terutama pada sektor perdagangan. Namun, pernyataan tersebut langsung ditangkis oleh Trump pada pukul 08.00 pagi hari Jumlat, Waktu Wellington. Trump mengatakan bahwa dirinya ingin Dolar yang lebih kuat.

Akibat pernyataan tersebut, Greenback mengalami penguatan drastis, memukul rival utamanya, termasuk Kiwi. Kiwi atau Dolar Selandia Baru (NZD) mengalami penurunan ke level 72,29, dari level 73,93. Mengalami penurunan hingga lebih dari 150 pips dalam sekejap.  Indeks Trade-Weighted pada mata uang Kiwi juga turun dari level 75,52 hingga level 74,71.

Greenback terus megalami kenaikan setelah pernyataan Donald Trump dirilis secara resmi oleh media CNBC. Trump sangat yakin bahwa dibawah kepemimpinannya, Dolar AS (USD) bakal terus menguat hingga level tertinggi yang bisa dicapai. Namun, tetap saja kenyataan mengatakan bahwa peningkatan Dolar AS sudah melebihi rata-rata yang dapat dianulir oleh dunia, yaitu sudah lebih dari 10%.

Greenback memang sempat mengalami penurunan tajam pada hari Rabu dan Kamis, akibat pernyataan dari Mnuchin.

Stuart Ive, Dealer Senior Valuta Asing di OMF mengatakan bahwa komentar yang dilontarkan oleh Trump memberikan dorongan sedikit mundur kepada para rivalnya.

Tidak adanya data lokal di wilayah Australia pada hari Jum’at ini mengakibatkan penurunan lebih lanjut untuk Kiwi. Apalagi, sebagaian besar pedagang tentu saja masih menunggu rilis data ekonomi AS nanti malam.

Penurunan ini bisa saja lebih parah, mengingat secara teknikal keseluruhan pasangan mata uang XXX/USD sudah berada pada level Overbought, begitu sebaliknya untuk USD/XXX.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account