Proyeksi Kenaikan Suku Bunga Jepang Tidak Agresif

Beberapa waktu terakhir muncul banyak perdebatan di kalangan otoritas keuangan Jepang, terutama dari Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda. Dikabarkan bahwa Kuroda akan mengakhiri kebijakan moneter super ringannya. Namun, ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa meskipun kebijakan dihilangkan, Kenaikan Suku Bunga Jepang  tidak akan signifikan.

Penyebab Kenaikan Suku Bunga Jepang Tidak Naik Dramatis

Makoto Yamashita, salah satu Ekonom Deutsche Bank, mengatakan pendapatnya bahwa Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jepang tidak akan melonjak drastis. Keyakinan tersebut dilandasi oleh beberapa hal termasuk pembelian aset BoJ yang emnurunkan penghasilan ke tingkat terendah pada bulan lalu. Ini karena suku bunga Jepang dan Eropa telah turun setelah banyak investor yang keluar dari Jepang. Jika BoJ tetap menaikkan suku bunganya lebih tinggi, maka dapat mengurangi Imbal Hasil di sektor lainnya.

Yamashita menghrapkan bahwa Obligasi Jepang mengabaikan fakta yang tidak bagus. Yaitu 90% pangsa pasar obligasi didalam negeri sudah dinilai kritis. Berbeda dengan AS yang mempunyai tingkat rasio 60% saja, sedangkan Jerman hanya 50%. Hal inilah yang dapat memicul para pemodal untuk lari dari jepang, dan berpindah pada negara lainnya.

Hal ini tentu saja menjadi alasan khusus bagi perusahaan dan berbagai investor individu maupun institusional bahwa mereka tidak dapat mengandalkan Japanese Government Bond. Selain itu, perdagangan surat hutang jepang sangat kental dengan keinginan untuk mengatur negaranya sendiri tanpa ikut campur negar lain. Sehingga, warga merasa nyaman dan tidak khawatir jika sewaktu-waktu Japanese Government mengalami Crash.

Sebagian besar deposito bank dan premi asuransi hampir keseluruhan di denominasi ke pasangan mata uang USD/JPY. Ini bertujuan untuk memfasilitasi bank-bank jepang dan perusahaan yang membutuhkan aset ber-denominasi dalam kegiatannya.

Menurut laporan bulan November 2017 lalu, bank-bank jepang menyimpan sekitar 767 triliun yen. Namun, portofolio pinjaman mereka mencapai 500 milyar. Sehingga, kelebihan uang tunai akan dianulir oleh Obligasi Pemerintah Jepang atau JGB.

Perilaku bank-bank di Jepang memang tergolong unik, karena tabungan sektor swasta justru disalurkan ke pasar obligasi negara. Meskipun imbal hasil yang ditawarkan pihak luar lebih besar, namun keyakinan untuk mempertahankan faktor dalam negeri justru membuat sisi keuangan menjadi lebih kuat.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account