Dolar AS Terus Melemah Terhadap Mata Uang Utama Lain

Dolar AS terus melemah terhadap mata uang utama lainnya pada hari Rabu. Berakhirnya drama shutdown pemerintah AS gagal memberi momentum pada dolar AS. Juga kekhawatiran mengenai kebijakan proteksionisme yang dikejar oleh Presiden Donald Trump sangat membebani dolar AS.

Investor tetap berhati-hati setelah pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Trump berencana menggunakan pidatonya di Forum Ekonomi Dunia, Davos pada hari Jumat untuk menegaskan kebijakan “Amerika Pertama”.

Kebijakan semacam itu mencakup potensi menarik diri dari perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara. Juga menolak kesepakatan perubahan iklim global.

Dolar AS  terus melemah, hanya sedikit rebound setelah Kongres menyetujui sebuah tindakan pada hari Senin untuk mendanai pemerintah selama sekitar tiga minggu. Dan Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang tersebut, mengakhiri penutupan pemerintah tiga hari.

Dolar AS Terus Melemah

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang perdagangan enam mata uang utama, turun 0,59% pada level terendah baru dalam tiga tahun di 89,35 pada pukul 20:05 WIB.

Euro telah didukung kuat tahun ini didorong oleh optimisme yang meningkat dari Bank Sentral Eropa yang memberi sinyal keluar lebih cepat dari yang diperkirakan dari program stimulusnya. EUR/USD naik 0,43% pada puncak baru tiga-tahun 1,2351.

Pound juga menguat, dengan GBP/USD naik 1,15% pada level tertinggi 19 bulan di 1,4164 setelah data resmi pada hari Rabu menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Inggris bertahan pada level terendah dalam 42 tahun di bulan November, sejalan dengan ekspektasi, sementara inflasi upah tidak termasuk bonus secara tak terduga meningkat.

Pada catatan yang kurang positif, data juga menunjukkan bahwa jumlah klaim pengangguran Inggris meningkat pada 8.600 di bulan Desember, mengecewakan harapan untuk kenaikan 5.400 orang.

Sterling sangat didukung dalam sesi terakhir dengan menumbuhkan optimisme seputar peluang Inggris dapat mengamankan kesepakatan Brexit yang menguntungkan.

Yen dan franc Swiss menguat, dengan USD/JPY turun 0,81% menjadi 109,44 dan dengan USD/CHF turun 0,76% menjadi 0,9503.

Di tempat lain, dolar Australia dan Selandia Baru juga lebih tinggi, dengan AUD/USD naik 0,92% pada 0,8074 dan dengan NZD/USD menguat 0,73% menjadi 0,7411.

Sementara itu, USD/CAD turun 0,72% diperdagangkan pada 1,2330.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account