IIF : Nilai Dolar AS Masih Terlalu Tinggi – Pelemahan Dolar AS Berlanjut

Menurut IIF (Institute of International Finance), Nilai Dolar AS masih terlalu tinggi. Perdagangan forex memang menjadi salah satu tema utama tahun ini. Defisit Neraca Berjalan (Current Account) AS juga terus menjadi salah satu topik hangat bagi politisi yang selalu menyalahkan kesepakatan perdagangan AS. Devaluasi mata uang asing pun juga terus terjadi akibat kesepakatan yang buruk tersebut.

Overvalued Nilai Dolar AS

Menurut IIS, masalah utama saat ini bukanlah tentang Current Account AS, namun lebih pada nilai dolar AS masih terlalu tinggi. IIF merilis laporan semalam tentang detail dolar AS untuk beberapa waktu terakhir.

Nilai dolar AS sudah Overvalued sekitar 10%, Current Account AS turun ke level terlebar 3 tahun terakhir di level 2,1%.

Nilai diatas setara dengan PDB Kuartal ketiga, sementara Defisit pada kuartal kedua hanya mampu sampai pada level 2,6%.

IIF menjelaskan bahwa neraca saat ini lebih buruk daripada sebelumnya. Hal tersebut didukung dengan tidak ada fakta bahwa perdagangan AS terkait dengan pasar Asia. Pasar Asia merupakan pasar yang memiliki defisit paling besar daripada pasar lain didunia. Jika dilihat dari Rekening Giro di AS, terlihat fakta bahwa banyak pemain berbeda yang masuk kedalam momentum perputaran barang, dan tidak didominasi oleh pelaku pasar Asia.

Pada awal pekan kemarin, kabinet Trump sempat menaikkan tarif impor untuk panel surya dan mesin cuci, serta menjanjikan kebijakan perdagangan yang lebih ketat. Nilai Dolar AS yang lebih kuat dapat membuat ekspor AS mengalami penurunan, dan ini buruk bagi defisit neraca berjalan.

Dolar AS pada tahun lalu mengalami penurunan hampir 10%, sekaligus menjadi kinerja terburuk sejak 2003. Namun, Kepala Ekonomi IIF, Robin Brooks mengatakan bahwa jika dilihat ke belakang selama beberapa tahun, Dolar AS masih membukukan kenaikan sekitar 13%. Penguatan ini terjadi berkat penguatan besar pada tahun 2014 lalu, dan dukungan kebijakan moneter yang longgar di Jepang dan Uni Eropa. Brooks juga menambahkan bahwa pelemahan Dolar AS masih dapat terus berlanjut hingga beberapa waktu kedepan. Atau hingga rata-rata pertumbuhan nilai Dolar AS dibawah 10%.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account