Korban Dari Government Shutdown Adalah Ekonomi AS

Pada minggu lalu, Goldman Sachs, Bank Komersial Terlawas dan Terbesar di AS mengatakan pendapatnya tentang Government Shutdown pada Business Insider bahwa :

“Kemungkinan Government Shutdown (Penutupan Pemerintahan) secara perlahan akan melemahkan ekonomi AS”.

Resiko Government Shutdown

Setelah pemerintah Federal mengalami kegagalan dalam negosiasi undang-undang pendanaan pemerintah, akan muncul beberapa resiko. Diantaranya adalah : Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada Q1 (Kuartal pertama) akan turun 0,2 poin. Bahkan penurunan tersebut diprediksikan akan terjadi selama minggu Shutdown terjadi lebih lanjut.

Namun, Goldman Sachs tidak terlalu khawatir dengan kerusakan jangka panjang yang ditimbulkan dari Government Shutdown terhadap Ekonomi AS. Perusahaan tersebut sangat yakin bahwa AS akan mampu membalikkan keadaan di setiap penurunan yang terjadi. Pembalikan untuk penurunan di Kuartal Pertama akan terjadi pada Kuartal Kedua nanti. Hal ini diperkuas oleh asumsi pasar dapat diredam pada waktu itu.

Hatzius, Kepala Ekonom Goldman Sachs menulis dalam sebuah catatan kepada kliennya bahwa :

“Pihak kami memperkirakan bahwa dampak negatif yang ditimbulkan dari Government Shutdown hanya pada level moderat”.

Dia menambahkan :

“Pasar nantinya juga akan teredan dengan reaksi ringan terhadap Shutdown”.

S&P500 sejak tahun 1981 hanya menunjukkan pergerakan rata-rata -0,9% pada saat pemerintahan ditutup pada waktu itu. Kemudian setelah ada 3 Insiden Shutdown berikutnya, Indeks Ekuitas bahkan tidak mengalami penurunan lebih dari 1,5%. Sehingga, diperkirakan hanya efek ringan yang akan muncul jika Government Shutdown terjadi pada tahun 2018 ini.

Resiko yang lebih besar muncul jika  pemerintah AS justru memutuskan untuk melakukan perluasan otoritas pengeluaran federah. Hal tersebut akan meningkatkan peluang tenggat waktu pendanaan, sehingga batas utang perlu ditingkatkan. Aksi pemerintah ini akan semakin memperburuk efek yang seharusnya hanya dalam kategori “ringan”.

Hatzius menutup wawancara dengan mengatakan :

“Pasar keuangan pada dasarnya akan lebih mengabaikan Government Shutdown, namun jika batas utang dinaikkan, reaksi negatif yang lebih besar akan meningkat drastis”.

Kesimpulannya, jika batas utang AS justru ditingkatkan daripada menutup pemerintahan, reaksi negatif akan tumbuh secara pesat. Dampak yang ditimbulkan mungkin saja memperburuk seluruh Indeks Ekuitas AS secara keseluruhan.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account