Proses Kenaikan Suku Bunga AS Makin Bullish

Bank Sentral Swiss kembali merevisi proyeksinya tentang Proses Kenaikan Suku Bunga AS yang akan di rilis oleh Federal Reserve.

Rencananya, kenaikan suku bunga yang akan dilakukan oleh The Fed dapat dilakukan 3 hingga 4 kali lagi dalam tahun ini.

Revisi UBS Tentang Proyeksi Proses Kenaikan Suku Bunga AS

UBS lebih yakin jika nantinya akan lebih sedikit kekhawatiran pelemahan inflasi di dalam Federal Reserve. Disamping itu, harga minyak terus melambung tinggi, sehingga hampir dipastikan The Fed bakal naikkan suku bunga sebanyak 3 kali.

Tim Ekonom UBS merevisi proyeksinya menjadi : The Fed bakal menaikkan suku bunga 3 kali tahun ini. Kemudian menaikkan kembali sebanyak 2 kali di tahun depan.

The Fed diprediksikan akan menaikkan suku bunganya pada bulan Maret, Juni dan Desember. Kemudian pada tahun 2019 akan menaikkannya di bulan Juni dan Desember 2019.

Prediksi UBS Sebelumnya

UBS sebelumnya membuat proyeksi bahwa pada bulan Maret depan, The Fed tidak akan menaikkan suku bunganya karena terhambat masalah inflasi. Namun, tadi malam terjadi koreksi di Internal UBS karena melihat perkembangan inflasi yang membaik sejak akhir Desember 2017 lalu.

Di sisi lain, harga minyak terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan sejak awal Desember 2017, hingga hari ini. Saat ini Minyak (OIL) sudah di perdagangkan di sekitar harga $65 per bareh, sehingga inflasi utama AS mendapatkan dorongan. Kemudian, secara otomatis Komite Suku Bunga The Fed pasti melihat peluang pendukung kenaikan inflasi yang cukup.

Pada awal pekan bulan Januari , Reuters melaporkan bahwa para pelaku pasar dan ekonom memproyeksikan The Fed hanya akan menaikkan suku bunganya sebanyak 2 kali saja selama tahun 2018.
Karen Ward, Kepala Strategi Pemasaran JPMorgan untuk Inggris dan Eropa menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga The Fed bakal dipengrui oleh kebijakan Bank-Bank Sentral seperti ECB, BoE, ECB, dan BoJ. Jika ECB dan BoJ menjadi bullish di tahun ini, tentu saja kenaikan suku bunga The Fed akan tertunda dan terbatas lagi. Namun, saat ini secara nyata ECB dan BoJ masih terus kebingungan menyelesaikan masalah inflasi rendah yang pastinya memberikan ruang The Fed untuk memperketat kebijakan moneternya. Setidaknya hingga 75 basis poin atau lebih dapat dinaikkan pada suku bunga AS.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account