Uni Eropa Akan Kehilangan €112 Milyar Dari Brexit Tanpa Kesepakatan

Bila Brexit Tanpa Kesepakatan apapun antara 27 negara anggota Uni Eropa (UE) terjadi lagi pada masa mendatang. Maka Ekonomi Uni Eropa secara keseluruhan dapat kehilangan senilai 112 Milyar Euro atau  senilai 99,5 Milyar Poundsterling. Hal tersebut di ungkapkan oleh wakil dari tim penilai ekonomi, dari konsultan Oxford Economics.

Brexit Tanpa Kesepakatan – Inggris Jadi Pecundang Terbesar

Jika Brexit Tanpa Kesepakatan benar-benar terjadi kembali, maka Inggris menjadi pecundang terbesar dan tersingkir dari pasar tunggal Eropa. Bea Cukainya yang tanpa ada kesepakatan juga akan menghilangkan nilai ekonomis Inggris sebesar 125 juta Poundsterling pada tahun 2020. Disamping itu, Uni Eropa bakal terpukul secara ekonomi lebih besar lagi dari perkiraan para ekonom.

Analis dari Oxford Economics tersebut juga menjelaskan beberapa efek negatif dari Brexit untuk ekonomi eropa. Beberapa waktu terakhir, para menteri sedang mempersiapkan negosiasi rumit dengan Brussels. Hal yang dibahas adalah hubungan dagang Inggris di masa depan dengan Uni Eropa, dan perarturan dagangnya. Meskipun Inggris akan terkena dampak paling buruk, disegi lain resiko bagi Uni Eropa juga masih sangat besar. Resiko menjadi lebih besar ketika Inggris kembali melakukan perdagangan dengan perarturan WTO (World Trading Organization).

Implikasinya adalah timbulnya biaya yang lebih besar dari tarif perdangangan yang membengkak. Serta pergerakan barang lintas batas menjadi terhambat. Proyeksi selanjutnya mengatakan bahwa dampak langsung bagi Uni Eropa adalah berkurangnya intensitas ekspor dan impor. Ini berpotensi menghilangkan kesempatan ekonomis sekitar 50 milyar poundsterling.

Jumlah tersebut bisa saja bertambah hingga 112 milyar poundsterling jika perusahaan Eropa turun langsung sebagai rantai pasokan untuk Inggris. Akibatnya, aktifitas di masa depan juga akan ikut mengalami penurunan drastis.

Penelitian tersebut juga menghasilkan data yang sangat fenomenal. Yaitu Jerman akan mengalami dampak terbesar dari berubahnya permainan rantai pasokan. Apalagi, Jerman menyumbang sekitar 10% dari seluruh barang yang digunakan oleh perusahaan di Uni Eropa secara keseluruhan. Sebagai contoh : Industri Motor Eropa akan menguras sektor otomotif Jerman senilai 18%, akhirnya kehilangan beberapa potensi ekonominya.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account