Kecemasan Kebijakan Moneter Membuat Dolar Selandia Baru Dibayangi Tekanan

Jika kita lihat pada sesi perdagangan Asia Pasifik pagi ini, Dolar Selandia Baru (NZD) memang sedikit menguat terhadap Dolar AS (USD). Namun, Kecemasan Kebijakan Moneter yang terjadi baru-baru ini mampu membuat NZD dibayangi tekanan pada sesi perdagangan berikutnya.

Kecemasan Kebijakan Moneter

Pembuat Kebijakan Moneter Jepang dan Eropa masih dilanda kekhawatiran terhadap Volatilitas yang berlebihan di pasar valuta asing. Apalagi, saat  ini Investor AS mulai kembali dari akhir pekan yang sangat panjang, sehingga mereka akan kembali aktif dalam perdagangan.

Pada sesi perdagangan kemarin (Selasa, 16/01), NZD/USD mengalami penurunan sekitar 0,45% di level 0,7267. Kemudian pada Rabu Pagi Hari ini (17/01), Dolar AS kembali tertekan oleh sekeranjang mata uang utama, dan Kiwi (NZD) sempat naik tipis. Kenaikan mencapai level $0,7291 sebelum kembali mengalami penurunan di level $0,7272 pada saat tulisan ini dibuat.

Pda hari Selasa (16/01) para investor dan pedagang AS sudah mulai kembali bekerja setelah liburan panjang. Marthin Luther King Jr, pada awal pekan ini menghentikan aksi jual USD, dan mendorong saham Wall Street mencapai rekor baru.

Euro (EUR) dan Yen (JPY) kemarin telah mendapatkan beberapa keuntungan dari dolar AS yang melemah. Kemudian Kiwi dan beberapa mata uang rival USD juga ikut mengalami kenaikan yang lebih tinggi. Namun, Rally terhenti disaat Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso mengatakan bahwa ada masalah dalam perubahan besar mata uang. Sementara dewan ECB, Francois Villeroy de Galhau, memberikan peringatan “waspada” terhadap dampak inflasi Euro yang lebih kuat.

Con Williams, Salah satu Ekonom ANZ Bank Selandia Baru mengatakan bahwa NZD/USD diperkirakan akan mengalami konsolidasi pada level terakhir penutupan hari ini. Para pelaku pasar akan menanti beberapa data domestik tingkat atas yang akan dirilis dikemudian hari.

Para pedangan dan investor mata uang Selandia Baru juga banyak yang mengabaikan lelang Global Dairy Trade hari ini. Sehingga penguatan terjadi sekitar 4,8% pada indeks tertimbang perdagangan, disebabkan oleh menipisnya pasokan di semua produk. Dampak lainnya adalah kenaikan di hampir semua produk yang tidak terbendung.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account