Bank Sentral Swiss Belum Merubah Kebijakan Moneternya Tahun 2018

Bank Sentral Swiss atau Swiss National Bank (SNB) belum merubah kebijakan moneternya sejak 3 tahun lalu, yaitu sejak tahun 2015. Kebijakan moneter tetap bertumpu pada suku bunga ultra ringan disertai patokan harga Franc / Euro.

Kondisi Sulit Bank Sentral Swiss

Kondisi yang super sulit saat ini sedang melanda Bank Sentral Swiss dimana jika SNB menaikkan suku bunganya, Franc akan menguat. Kemudian jika menjual neraca besarnya, efek yang sama akan didapatkan. Bahkan, jika krisis global terjadi lagi, franc tetap akan mengalami kenaikan nilai. Hal inilah yang kemudian membuat SNB mengambil keputusan mendadak pada tangga 15 Januari 2015, dengan tujuan untuk tetap ikut pada pasar keuangan global.

Menurut Daniel Rempfler, Ahli dari Swiss Life Asset mengatakan bahwa kemungkinan besar Bank Sentral Swiss adalah bank yang terakhir merubah kebijakan moneternya. Waktu yang diperlukan pun juga tidak main-main, bahkan mencapai puluhan tahun.

Rempfler juga ikut memberikan sebuah gambaran tentang kejadian yang baru-baru ini muncul. Bank of Japan (BoJ) beberapa waktu lalu mengurangi kebijakan ekspansifnya, sehingga membuat yen menguat secara tajam. Namun efek negatif yang ditimbulkan terletak pada sektor eksporter, dan tekanan deflasi yang muncul secara bersamaan.

Meskipun beberapa waktu lalu Franc mengalami tekanan dair Euro, Thomas Jordan, Ketua Bank Sentral Swiss menyatakan bahwa masih terlalu dini bagi SNB untuk merubah kebijakan tentang normalisasi moneternya.

Banyak pihak yang berpendapat bahwa SNB harus menunggu Bank Sentral Eropa (ECB) untuk dapat menaikkan suku bunganya sebelum Swiss ikut melakukannya. Jika SNB bertindak terlebih dahulu, tentu saja dampak yang terlalu positif akan muncul. Yakni Spread atau jarak antara Pasar Swiss dan Eropa akan menyempit, sehingga para investor pasti akan berbondong-bondong membeli Franc. Hal inilah yang kemudian menaikkan nilai franc secara drastis.

Bank Sentral Eropa tahun lalu sudah mengurangi pembelian asetnya, dan program pengurangan tersebut akan berakhir pada akhir tahun 2018. Disamping itu Bank Sentral Swiss masih kebingungan dalam situasi pemotongan defisit neraca yang telah membengkak hingga 837 miliar.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account