Euro Meroket Setelah ECB Lontarkan Perubahan Sikap

Euro Meroket terhadap Dolar AS (EUR/USD) pada hari kamis kemarin (11/01) dan berlanjut hingga sesi perdagangan Asia Pasifik akhir pakan ini. Pergerakan tersebut adalah akibat dari European Central Bank (ECB) yang melontarkan perubahan sikap komunalnya pada awal tahun 2018.

Sentimen Penyebab Euro Meroket

Perubahan Sikap Komunal secara bertahap yang dilontarkan ECB kemarin mampu meningkatkan harapan pasar. Mereka yakin bahwa para pembuat kebijakan bank akan segera mengurangi stimulus moneternya yang masif.

Mengutip dari laporan CNBC kemarin, Zona Euro bahkan sudah memperlihatkan masa-masa terbaiknya selama satu dekade terakhir. Karena itu, ECB harusnya mengubah sikap dan pendiriannya secara bertahap untuk merevisi panduan kebijakan yang lebih luas. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi pembelian obligasi dan mengurangi tingkat suku bunga.

Karl Schamotta, Direktur Strategi Produk dan Pasar Global Cambridge Global Payments mengatakan bahwa “Hal tersebut tentu menjadi tendensi hawkish dalam laporan tersebut”.

Dia menambahkan, “Sebenarnya hal tersebut sudah lama diperkirakan, hanya saja ada beberapa risalah bagaimana ECB akan mengelola keputusan kedepan saat mereka tidak lagi mengeluarkan kebijakan konvensional”.

“Ada beberapa Investor / Pelaku Pelaku pasar yang memang sengaja menunggu momen ini”, pungkasnya.

Euro selama sesi perdagangan kemarin naik 0,73% di level 1,2032. Kenaikan prosentasi paling besar dalam satu hari yang bisa dicapai Euro selama 2 bulan terakhir.

Neil Wilson, Analis Pasar ETX Capital mengatakan : “Pergerakan kemarin harusnya tidak menjadi sebuah kejutan besar. Mengingat laju pemulihan ekonomi Euro yang cukup pesat dari program QE (Quantitative Easing). Namun, sentimen kali ini tetap memberi alasan Buyer Euro untuk lebih yakin”.

Dari data CNBC, Indeks Dolar AS atau Greenback yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama tergelincir 0,48% menjadi 97,78 dari level 92,50, kemudian berakhir negatif di level 91,98.

Selanjutnya Greenback memperpanjang rekor penurunannya setelah indeks PPI (Indeks Harga Produsen AS) turun untuk pertama kali selama 1,5 tahun. Sehingga rekor penurunan ini menjadi pukulan berat pada Greenback atau USD sebagai mata uangnya.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account