BoJ Ketatkan Kebijakan Moneter Lebih Cepat Dari Perkiraan

Kinerja Ekonomi Jepang pada tahun 2017 lalu sudah dianggap melampaui perkiraan, sehingga diperkirakan BoJ Ketatkan Kebijakan Moneter lebih cepat.

Penyebab BoJ Ketatkan Kebijakan Moneter

Allen Sinai, Presiden Decision Economics Inc, menjelaskan bahwa ekonomi jepang akan tumbuh sekitar 2% pada tahun 2018. Bahkan dapat diperkirakan akan mencapai 2,5% menjelang tahun 2019. Disamping itu, Siklus Bisnis di Jepang disinyalir sudah mengalami pemulihan pesat.

Kontroversi Kebijakan BoJ

Pada selasa lalu, kita sudah mendengar bahwa BoJ bakal mengurangi pembelian Obligasi Jangka Panjang yang dikendalikan oleh Bank of Japan. Hal ini dianggap oleh pasar sebagai suatu kegelisahan dan BoJ sudah saatnya untuk beralih kepada normalisasi kebijakan moneternya.

Sebelumnya, para ekonom dunia sudah memberikan peringatan kepada pelaku pasar agar tidak terlalu banyak membaca pembelian Obligasi BoJ. Namun, ekspansi terpanjang yang terjadi di Jepang sejak tahun 1990-an menjadikan prediksi bahwa BoJ akan bergabugn dengan Bank Sentral Dunia lainnya semakin besar. Bentuk kerjasama tersebut adalah untuk mulai meninggalkan kebijakan ultra ringan yang sedang di lakukan oleh BoJ hingga sekarang.

Menurut Sinai, Fundamental  Ekonomi yang dimiliki Jepang saat ini sudah sangat bagus. Didukung pertumbuhan ekonomi sehingga laju PDB dan laju inflasi bisa mencapai target yang ditentukan. Meskipun angka inflasiJepang masih jauh dari target BoJ sebesar 2%, namun selama beberapa bulan terakhir sejak November 2017 inflasi naik menjadi 0,9%.

Signal tersebut bahkan semakin memperkuat asumsi bahwa target inflasi 2% dapat dicapai sebelum pergantian tahun 2019.

Sinai memproyeksikan bahwa kebijakan Ultra-Ringan yang dilakukan oleh BoJ akan diakhiri pada sekitar 3 hingga 6 bulan kedepan. Setelah hal ini dilakukan, BoJ dapat menaikkan kembali suku bunganya.

Berbeda dengan peryataan Sinai, Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, pada akhir tahun 2017 mengatakan bahwa BoJ tidak akan menaikkan suku bunganya hanya karena pertumbuhan ekonomi Jepang berjalan dengan baik, karena inflasinya belum memenuhi target sebesar 2%. Namun jika melihat hasil dari analisa diatas, tentu saja BoJ akan mendapatkan kesempatan bagus untuk menaikkan suku bunganya tahun depan.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account