The Fed Khawatirkan Resesi Ekonomi Berikutnya Di Masa Depan

Kondisi Ekonomi AS saat ini sedanga sangat “booming” atau membaik. Namun beberapa pejabat The Fed Khawatirkan Resesi Ekonomi yang bisa datang seaktu-waktu dimasa depan.

The Fed Khawatirkan Resesi Ekonomi

Situasi inflasi yang masih rendah dan dibawah target, membuat banyak ekonom maupun pejabat The Fed meragukan kemampuan Bank Sentral AS. Yaitu kemampuan dalam menanggulangi kemerosotan kinerja ekonomi di masa depan. Sebagai contoh, krisis keuangan yang terjadi pada tahun 2008-2009 lalu, dimana kondisi suku bunga The Fed saat itu adalah 5,25%. Kemudian pertumbuhan ekonomi tergelincir, lalu inflasi meningkat tajam dan langsung turun lebih tajam. Kondisi tersebut memaksa Ben Bernanke, Ketua Fed, terpaksa menurunkan suku bunganya secara bertahap hingga hanya tinggal 0,25% saja.

Resiko Jika Resesi Terjadi Lagi

Lawrence Summers, Mantan menteri Keuangan AS, mengungkapkan fakta bahwa bisa saja suatu saat ekonomi AS akan jatuh seperti 2008-2009. Disamping itu, daya dari The Fed masih sangat rentan, dimana suku bunga yang diterapkan masih rendah. Sehingga jika suatu saat muncul sebuah resesi, maka The Fed terpaksa harus menerapkan suku bunga negatif, dibarengi paket bantuan ekonomi.

Ben Bernanke dan Summers berpendapat bahwa The Fed harus segera memperbaiki Inflasinya. Dimana kebijakan fiskal dengna pemotongan pajak baru-baru ini dapat dimanfaatkan secara penuh, karena dengan upah karyawan yang semakin naik, tenaga kerja yang semakin meningkat, dapat mendukung pertumbuhan ekonomi secara maksimal.

Bernanke bahkan memberikan kritik pedas dimana The Fed harus secepatnya membentuk suatu komite khusus yang menangani peningkatan inflasi kepada target 2%. Jika diperlukan target inflasi harus diturunkan jika dinilai belum mampu untuk sampai pada jalan keluarnya.

Sejauh ini, The Fed memang masih belum menemukan solusi yang tepat untuk mencapai target inflasinya tersebut. Sehingga kondisi investasi dan pergerakan USD belum memberikan gambaran yang positif.

Dari hal ini, banyak ekonom yang kemudian menyimpulkan bahwa The Fed hampir bisa dipastikan akan menaikkan suku bunganya hingga 3 atau 4 kali lagi selama tahun 2018.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account