Kebijakan BoJ Bangkitkan Yen – Aussie Tertahan Oleh Inflasi China

Kebijakan BoJ Bangkitkan Yen

Selama sesi perdagangan kemarin (09/01), Kebijakan BoJ Bangkitkan Yen sehingga mampu menekan Greenback. Pada sesi perdagangan hari ini, secara umum Greenback mengalami tekanan terhadap sekeranjang mata uang Asia, khususnya Yen. Penguatan Yen kali ini disebabkan oleh usaha yang dilakukan Bank Sentral Jepang dengan mengurangi paket stimulusnya. Aksi ini juga menandakan berakhirnya kebijakan ultra ringan yang dilakukan oleh BoJ selama beberapa waktu lalu.

Sejauh ini USD/JPY berada di level sekitar 112.30 dimana penutupan perdagangan kemarin berada di 112.64. Sementara itu, AUD/USD berada di 0.7821 masih berkonsolidasi dari level penutupan kemarin di 0.7823. Kemudian, Yuan (USD/CNY) berada di level 6.5309 mengalami penurunan dari level penutupan kemarin 6.5343.

Nasib Dolar AS / Greenback  dan Yen Pekan Ini

Secara garis besar, Greenback memang masih dapat bertahan dengan menghindari tekanan yang lebih besar dari mata uang asia pada pekan ini. Namun masih ada kesempatan naik untuk Greenback karena sudah dipastikan suku bunga The Fed akan mengalami kenaikan 3 kali lagi pada tahun ini, setelah mengalami kenaikan pada pertengahan bulan Desember 2017. Optimisme kenaikan suku bunga The Fed juga dipengaruhi berbagai data ekonomi AS, termasuk Revolusi Fiskal AS yang dianggap dapat merangsang pertumbuhan ekonomi AS.

Pada pekan lalu juga muncul data tenaga kerja AS selama tahun lalu, yang berisi bahwa kondisi tenaga kerja AS dianggap masih positif berkat adanya pemotongan pajak. Pemotongan pajak dilakukan untuk merangsang perusahaan dalam merekrut tenaga-tenaga baru dan menaikkan upah karyawan.

Disamping itu, Bank Sentral Jepang (BoJ) sudah mengambil tindakan tepat dalam mengurangi pembelian kembali aset-asetnya, terutama Obligasi Jangka Panjang. Yen menguat didukung oleh sentimen tersebut, dan juga berarti BoJ sudah mulai men-stabilkan kebijakan moneternya. Aksi ini menyusul berbagai aksi stabilisasi Bank-Bank Sentral utama di seluruh dunia.

BoJ sudah mengurangi stimulusnya sebesar 5%, atau dengan jumlah sekitar 10 triliun Yen kususnya untuk pembelian Obligasi jangka panjang. Diperkirakan pada awal tahun 2019 nantinya BoJ sudah mampu untuk meningkatkan suku bunganya.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account