Euro Terdesak, Dolar AS Awali Pekan Dengan Positif

Dolar AS awali pekan dengan positif, dan kemungkinan nada yang lebih bullish bakalan mendesak Euro lebih jauh lagi. Apalagi pelaku pasar masih sangat positif dengan Revolusi Fiskal yang akan memberikan dampak pada penguatan kinerja ekonomi AS.

Mengawali sesi Eropa kemarin (08/01), Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama mengalami kenaikan 0,28%. Kenaikan yang terjadi kemarin merupakan pembalasan penurunan yang terjadi selama tiga minggu terakhir.

Dolar AS sepenuhnya mengalami penguatan di awal pekan, naik 0,25% pada yen Jepang menjadi 113,34. Sedangkan Sterling mengalami penurunan 0,21% di level 1,3539, sedangkan Euro anjlok hingga 0,28% di level 1,1993.

Pendapat Dari Beberapa Ahli

Peningkatan minat investor terhadap Risk Appetite atau aset beresiko belakangan ini semakin tekan yen. Sementara situasi politik internal UK, karena potensi Reshuffle kabinet dan fokus pasar kembali pada perundingan Brexit tahap kedua. Sehingga poundsterling lebih tertekan lagi kedepannya.

Sementara itu, koalisi pemerintahan Jerman juga masih belum pasti, dan menjadi penghalang utama penguatan Euro belakangan ini.

Marc Chandler, Kepala Strategi di Brown Brothers Harriman mengatakan bahwa, secara teknikal aksi jual dolar AS selama minggu-minggu terakhir terlalu berlebihan dan membutuhkan suatu konsolidasi.

Namun, Viraj Patel di ING tidak sependapat dengan pendapat koleganya tersebut. Dia mengatakan bahwa resiko politik AS yang lebih dalam akan membuat para investor tetap waspada akan kenaikan USD kedepannya. Dia kembali menjelaskan, para pedagang kini tidak mempedulikan “harga yang cukup tinggi”, jika fundamental dan sentimen yang mendukung tetap positif.

Pandangan Patel ternyata juga disetujui oleh pedagang pasar berjangka. Meskipun pasar berjangka hanya ukuran kecil dari pasar mata uang yang lebih luas, namun Futures tetap menjadi salah satu sentimen penting investor.

Kemudian, menurut data dari Commodity Futures Trading Commissioin (CFTC) yang dianalisa oleh Goldman Sachs menunjukkan bahwa peningkatan posisi jual bersih yang dilakukan para spekulan meningkat. Mengalami kenaikan sebesar $4,2 miliar pada awal pekan kedua tahun 2018 ini.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account