Euro Naik Hingga Mendekati Level Tertinggi 3 Tahun

Jum’at pagi ini, Euro naik hingga mendekati level tertinggi 3 tahun terhadap Dolar AS yang semakin mengendur. Sementara itu, peningkatan Risk Appetite (pengambilan aset berisiko) turut mendukung Euro dan Greenback untuk semakin menekan Yen.

Euro terlihat stabil di level $1.2069 setelah mengalami kenaikan 0.45% pada sesi perdagangan kemarin. Mata uang uni eropa tersebut meraih penguatannya disebabkan oleh penyempitan spread antara yield zona Euro dan Obligasi AS. Spread meningkat 0.6% sejauh minggu ini, diatas resistance kunci $1.2092 mendekati level tertinggi sejak januari 2015.

Euro mendapatkan kekuatan kenaikan pada kamis malam karena data ekonomi zona euro (tutup tahun 2017 menunjukkan pertumbuhan terkuat selama 7 tahun terakhir.

Indeks Dolar AS mengalami penurunan hingga 0.3% di minggu ini, berada di level terendah 3 bulan di 91.75. Indeks Dolar AS tersebut menuju 3 minggu penurunan yang terus menerus, dan belum ada titik terang yang mendukung penguatannya.

Pelemahan USD terjadi semalam karena AS gagal untuk menarik dukungan dari laporan pertambahan pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan. Meskipun perusahaan swasta AS sudah menyumbang 250.000 pekerjaan di bulan Desember.

Para pelaku pasar hari ini masih berfokus pada rilis laporan Non-Farm Payrolls (NFP) malam hari nanti. Diharapkan data yang dirilis dapat menunukkan penambahan pekerjaan sebesar 190.000, atau paling tidak diatas perkiraan para ekonom. Namun, jika data yang dirilis masih dibawah perkiraan, Greenback kemungkinan besar masih terus tertekan.

Skenario Terburuk Dolar AS

Secara keseluruhan Dolar AS selama beberapa pekan ini terlihat memburuk, sehingga suntikan sentimen positif diperlukan untuk menguatkan minat terhadap USD. Kenaikan lapangan kerja diatas perkiraan dan pertumbuhan upah sangt diperlukan mengganti kerugian yang dialami Dolar AS.

FX Senior IG Securities Tokyo, Jinichi Ishikawa memberikan pendapatnya bahwa :

“saat ini merupakan skenario terburuk dolar AS, dengan inflasi yang rendah berakibat imbal hasil Treasury yang rendah”.

Junichi menambahkan, “Disisi lain, Euro sedang bergulir. Dimana angka zona euro HICP menunjukkan penguatan, sehingga dapat mengimbangi laporan pekerjaan AS”.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account