Inggris Pertimbangkan Untuk Bergabung Dengan TPP Setelah Brexit

Britania Raya (Inggris) saat ini sedang melakukan pertimbangan apakah akan bergabung dengan TPP (Trans-Pasific Partnership). Tentunya setelah perundingan Brexit sukses dilakukan.

Menurut Financial Timeshal ini dilakukan mengingat pertimbangan masa depan Inggris. Perdagangan negara Inggris di luar Uni Eropa dikhawatirkan akan sedikit terhambat pasca Brexit nanti.

Bergabung dengan TPP, Inggris nantinya dapat merevitalisasi TPP. Juga dapat membantu meningkatkan ekspor Inggris. Sehingga Brexit nantinya tidak akan memperparah keadaan ekonomi Inggris, namun lebih kepada pembentukan kemandirian Inggris.

Meskipun begitu, kabar rencana bergabungnya Inggris dalam TPP masih diragukan oleh beberapa pakar perdagangan dunia. Inggris tidak (belum) boleh menjalin kerjasama dengan negara atau perkumpulan negara lain sebelum perundingan Brexit mencapai kesepakatan.

Namun, ada sisi positif dari kabar tersebut seperti yang disampaikan oleh Greg Hands, Menteri Perdagangan Inggris, yang mengatakan kepada Financial Times bahwa Inggris mungkin saja akan bergabung dengan TPP tanpa ada pengecualian, karena pembatasan geografis saat ini sudah dihilangkan.

Sebelumnya, masa depan TPP memang tengah mengalami kebuntuan disaat Presiden AS, Donald Trump, menarik diri dari TPP karena janji kampanyenya.

Sebanyak 11 anggota TPP (termasuk Australia, Jepang, dan Meksiko) masih ingin mempertahankan TPP dan lebih baik mencari pengganti AS daripada membubarkannya.

Jika proposal Inggris disetujui dan diterima oleh 11 Anggota TPP lainnya, bisa saja Inggris akan menjadi anggota pertama dalam grup perdagangan di luar Laut China Selatan, sehingga keberlangsungan TPP dapat terjamin.

Analisa Pihak London Bergabung Dengan TPP

Pihak London menilai bahwa kerjasama dagang Inggris dengan 11 negara TPP nantinya akan lebih menguntungkan dibandingkan kerjasama Inggris dengan Uni Eropa dan AS. Sejauh ini, Jepang menjadi penyumbang ekspor terbesar (1.6%) ke Inggris pada tahun 2016 lalu.

Kemudian sekitar 8% dari keseluruhan total ekspor negara-negara yang tergabung di TPP juga mempunyai tujuan ke Inggris. Sehingga, jika nanti Inggris benar-benar bergabung, sudah barang tentu TPP akan berjaya kembali dengan wujud kerjasama yang lebih besar.

Namun, tetap ada hambatan yang datang dari pihak oposisi Inggris (Partai Buruh). Partai oposisi ini menyarankan pemerintah untuk kembali fokus dalam menjalin kembali kerjasama ekonomi dengan Uni Eropa dan AS.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account