Neraca Perdagangan Australia Surplus, Lebih Kecil Dari Harapan Analis

Para ekonom telah memperkirakan surplus pada neraca perdagangan Australia yang jauh lebih tinggi sekitar $ 1,4 miliar. Hasil yang lebih buruk dari perkiraan didorong oleh penurunan 3 persen dalam ekspor dan kenaikan impor 2 persen, menurut angka ABS (Australian Bureau of Statistics).

Faktor besar dalam penurunan ekspor adalah kemerosotan penjualan bijih besi, yang turun 10 persen dari bulan ke bulan menjadi lebih dari $ 7 miliar. Ekspor batu bara juga turun 3 persen menjadi $ 4,3 miliar.

Dua komoditas ekspor terbesar Australia menunjukkan kualitas dan harga bijih besi yang turun pada bulan Oktober, sementara itu jatuhnya volume ekspor batubara kokas menyebabkan sebagian besar penurunan untuk sektor tersebut. Namun menurut ekonom Westpac, penurunan penjualan bijih besi bukanlah penyebab utama turunnya ekspor dalam neraca perdagangan

Australia.

Juga membebani surplus tersebut adalah kenaikan impor, didorong oleh kenaikan kuat barang konsumsi dan turunnya barang modal, seperti mesin, teknologi dan peralatan industri yang digunakan oleh bisnis dalam proses produksi. Pelemahan dolar Australia juga menjadi penyebab kenaikan biaya impor.

Selama tahun fiskal 2016-17, China menyumbang sekitar seperempat dari transaksi dua arah Australia, menepis kontribusi terbesar dari Jepang dan AS, yang keduanya sekitar 10 persen.

Selain ketiga negara tersebut, negara berikut menyumbang sekitar dua kali lebih banyak transaksi sebagai mitra dagang terbesar Australia, yaitu Korea Selatan, Inggris, India dan Singapura.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account