Fokus Pasar : Wacana Tapering, Kenaikan Suku Bunga AS dan Hard Brexit

Fokus Pasar : Wacana Tapering, Kenaikan Suku Bunga AS dan Hard BrexitBank Sentral kemungkinan akan mulai melakukan tapering, yaitu menurunkan jumlah pembelian obligasi sebagai langkah stimulus pada pasar. Pasar Obligasi global mengalami penurunan. Sementara itu eruo rebound dari level terendah harian dan pasar saham kembali tertekan setelah ada wacana ECB akan melakukan secara bertahap tapering pembelian asset untuk mengakhiri kebijakan pelonggaran kuantitatifnya. Program ini sekiranya akan berakhir pada Maret 2017 dengan nilai pembelian asset per bulan 80 miliar euro dan belum ada tanda-tanda perpanjangan program. Fokus Pasar : Wacana Tapering, Kenaikan Suku Bunga AS dan Hard Brexit.

Pasar akan terus memonitor bank sentral, apakah ada tanda-tanda mereka ingin menarik program stimulusnya. Spekulasi meningkat bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada Desember. Ketua FED bagian Richmond, Jeffrey Lacker mendesak untuk memulai kebijakan pengetatan moneter bersama rekannya dari Cleveland, Loretta Mester. Mereka mengatakan ekonomi AS sudah siap untuk kenaikan suku bunga.

Menurut pejabat resmi ECB, ada peluang ECB mulai menurunkan pembelian aset secara bertahap sebesar 10 miliar euro per bulannya.

Mata Uang

Euro jatuh kurang dari 0,1 persen ke level $1.1204 pada penutupan NewYork, sebelumnya sempat mengalami pelemahan hingga 0,7 persen terhadap dolar AS. Penguatan dolar AS terhadap yen berlanjut hingga 6 hari , naik 1,2 persen ke level ¥102.90 menjadi penguatan terpanjang sejak Agustus.

Pound terus jatuh ke level terendah dalam 3 dekade ditengah kekhawatiran Inggris menuju Hard Brexit. Inggris akan kesulitan akses ke pasar tunggal Uni Eropa. Apalagi setelah PM Theresa May mengatakan layanan sektor keuangan tidak akan mendapatkan perlakuan khusus dalam pembicaraan keluar dari Uni Eropa.

Pasar Saham

Indeks saham S&P harus melemah 0,5 persen ke nilai indeks 2150.49. Perusahaan-perusahaan yang menjanjikan memberikan imbal hasil tinggi memimpin penurunan, seperti barang utilitas dan saham telekomunikasi. Saham- saham ini jatuh hingga 1,6 persen di tengah kekhawatiran kemungkinan kenaikan suku bunga AS. Sedangkan saham perbankan menguat karena perkiraan melonjaknya profit terkait peningkatan spread pinjaman.

Fokus Pasar meyakini akan ada kenaikan suku bunga pada Desember dan akan menjadi fokus wacana beberapa minggu ke depan.

Indeks saham Eropa Stoxx 600 naik 0,8 persen, sementara Indeks saham Inggris FTSE 100 ditutup naik 1,3 persen di level tertinggi sejak April 2015. Keniakan ini dipimpin oleh saham eksportir karena nilai Pound yang lemah.

Indeks berjangka Asia kecuali Jepang berpeluang turun pada Rabu ini karena kontrak saham yang menjadi acuan di Australia, Korea Selatan dan Hongkong jatuh 0,1 persen. Indeks berjangka Jepang, Indeks NIKKEI 225, melonjak 0,8 persen di Chicago karena pelemahan Yen.

KOMODITAS

Emas jatuh paling dalam dalam hampir 3 tahun, jatuh ke bawah $1300 per ons untuk pertama kali sejak Juni di tengah kekhawatiran pemulihan ekonomi AS yang akan mendesak The FED menaikkan suku bunga.

Kami memperkirakan beberapa bulan ke depan akan menjadi negatif bagi emas karena kondisi kekhawatiran kenaikan suku bunga AS dan belum ada tanda-tanda inflasi dalam waktu dekat.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember jatuh 3,3 persen di level $1269.70 per ons dalam perdagangan di COMEX New York. Emas kontrak Desember ini merupakan yang paling aktif dan mengalami penurunan terbesar sejak 2013.

Minyak mentah tergelincir dari level tertinggi 3 bulan dalam perdagangan di New York sebelum laporan pemerintah dirilis. DIperkirakan cadangan minyak mentah AS bertumbuh untuk pertama kali sejak Agustus.

West Texas Intermediate atau WTI untuk pengiriman November jatuh 0,3 persen di level $48.69 per barel pada perdagangan di NYMEX. Kontrak November ini sempat menyentuh $49.13 yang merupakan level tertinggi sejak 5 Juli.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account