Data Ekonomi AS Kuatkan Dolar AS, Hard Brexit Dimulai

Data Ekonomi AS Kuatkan Dolar AS, Hard Brexit DimulaiDolar menguat terhadap yen hingga hari ke-enam dan obligasi pemerintah jatuh setelah muncul penguatan di sektor pabrikan Amerika. Ini memberikan dukungan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunganya di tahun ini. Sementara itu, saham-saham Asia terpantau beragam seiring turunnya saham-saham AS. Data Ekonomi AS Kuatkan Dolar AS, Hard Brexit Dimulai

Data ekonomi Pabrikan AS pada bulan September beranjak naik memicu kepercayaan pada pemulihan ekonomi. Data ini menjadi penentu jalur The Fed ke arah kenaikan suku bunga. Data ekonomi lainnya di sektor ketenagakerjaan yang akan dirilis di akhir minggu diperkiraan akan mengalami kenaikan karena percepatan kebutuhan tenaga kerja. Data ini juga memberikan dukungan untuk kebijakan moneter AS. Peluang AS untuk menaikkan suku bunga pada Desember menguat menjadi 61 persen, naik 10 persen dari minggu sebelumnya.

Ekonom ANZ Bank mengatakan pasar obligasi AS  bergerak mengarah pada kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga. Sementara itu, ekonomi AS masih belum sepenuhnya pulih atau bahkan masih rapuh.

Pasar sebenarnya belum yakin sepenuhnya, mendekati kecewa dengan keputusan pertemuan kebijakan BoJ dan pertemuan kebijakan FED. Pertemuan kebijakan itu gagal memicu langkah besar yang disukai pasar. Data ekonomi AS inilah yang menjadi penawar dahaga kekecewaan pasar.

Hard Brexit

Pound tertahan dekat level terendahnya sejak Juli, saat ini ditransaksikan di kisaran $1.2830, turun 1 persen dari sesi sebelumnya. Posisi Pound ini mendekati level terendah dalam 3 dekade. Langkah Brexit yang sulit ini sedikit membebani mata uang Pound. Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan bahwa ia akan memulai proses mundur dari Uni Eropa pada kwartal pertama tahun 2017.

Sebenarnya sterling ini sudah jatuh ke level terendah tersebut pada 6 Juli lalu, $1.2798. Para spekulator masih berharap sterling ini untuk kembali jatuh. PM May mengatakan pada delegasi sidang tahunan Partai Konservasi bahwa ia akan menangguhkan imigrasi, memicu spekulasi Inggris akan mengalami Hard Brexit dengan akses terbatas pasar tunggal Uni Eropa.

Hard Brexit artinya Sell Pound

Kejatuhan sterling kemarin sedikit terbayarkan dengan rilis data PMI Inggris menunjukkan pabrik di Inggris mengalami bulan terbaiknya dalam lebih dari 2 tahun di September. Saham eksportir meningkat yang terdorong oleh lemahnya poundsterling.

PM May mengatakan akan melakukan apa yang disebut dalam pasal 50 Perjanjian Lisbon pada akhir Maret. Yaitu melakukan proses pengunduran diri dalam 2 tahun. Beliau juga berjanji untuk mengendalikan imigrasi sementara tetap mempertahankan akses ke pasar tunggal, namun rinciannya masih belum jelas.

Menurut Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi di Washington, posisi Short pada GBPUSD melebihi 87.714 pemegang kontrak bullish minggu lalu. Spekulator berbalik arah untuk pertama kali sejak 23 Agustus.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account