Gejolak Pertemuan OPEC, Siapa Diuntungkan ?

Gejoolak Pertemuan OPECPasar banyak berharap pada pertemuan OPEC di Algeir guna mendapatkan kesepakatan antara Arab Saudi dan Iran mengenai kuota produksi minyak. Hal ini dilihat oleh tuan rumah, Menteri Perminyakan Algeir, Noureddine Boutarfa yang menempatkan kedua utusan negara tersebut pada satu hotel. Letaknya sekitar 40 menit dari pusat kota Algeir, tempat berlangsungnya diskusi OPEC.

Ternyata rencana ini berhasil. Boutarfa menjamu dan memjadi mediator kedua tamunya. Pertemuan OPEC sendiri berhasil menyepakati pemangkasan produksi pertama setelah 8 tahun membiarkan pasar (produsen) menyeimbangkan sendiri pasokan. OPEC akan kembali pada kerangka manajemen pasokan (supply) yang teratur.

Namun ini bukan hal baru bagi pasar. Seperti dikatakan di awal, pasar mengharapkan adanya perubahan kebijakan pada OPEC mengenai pasokan produksi.

Perubahan ini terjadi ketika Ali Al-Naimi, seorang yang mengusulkan kebijakan produksi sesuai kebutuhan negara masing-masing sejak 2014 , pensiun pada awal Mei lalu setelah menjabat 20 tahun sebagai Menteri Perminyakan Arab Saudi. Penggantinya, Khalid Al-Falih, awalnya mendukung kebijakan Ali Al-Naimi namun dia juga ingin membuat kebijakan sendiri.

Al-Falih mengawali masa jabatannya dengan mencoba memperbaiki hubungan dengan OPEC, khususnya dengan Iran dan Venezuela. Terlihat saat pertemuan OPEC di Vienna, dengan membuka jalur komunikasi dengan Qatar, Algeria, Rusia dan Iran.

Pertengahan Agustus, Riyadh menyatakan bahwa ketegangan ekonomi negaranya membutuhkan dorongan dari harga minyak yang lebih tinggi. Tidak di angka $100 per barel namun pastinya butuh lebih dari $50 per barel. Tanpa intervensi negara produsen minyak, resiko harga minyak jatuh ke bawah $40 per barel dimungkinkan. Arab Saudi mulai khawatir dengan harga saat ini akan melumpuhkan investasi pada proyek energi baru dan memicu siklus pasokan tak terkendali.

Tidak di angka $100 per barel namun pastinya butuh lebih dari $50 per barel.

Arab Saudi dan Iran masih belum bersepakat. Teheran memaksakan usulan akomodasi karena sanksi nuklir yang dijatuhkan PBB sehingga Iran tidak dapat berproduksi dalam setahun. Iran juga mengusulkan Arab Saudi harus memangkas produksinya ke bawah 10 juta barel per hari. Sementara itu, Riyadh ingin Iran juga menahan produksinya di level 3,6 juta barel per hari Tapi Iran tetap memaksakan pada level setidaknya 4,2 juta barel per hari.

Walau belum ada kata sepakat, namun Arab Saudi dan Iran lebih fleksibel membicarakan parameter produksi. Pertemuan OPEC berikutnya di Vienna, ibukota Austria pada 30 November mendatang.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account