BoE Harus Waspadai Kegagalan Brexit, Pound Melemah

Minouche Shafik - Kegagalan BrexitPoundsterling mengarah pada penurunan 5 kwartal terhadap dolar AS, terpanjang sejak 1984. Pergerakan pound ini terbebani oleh keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. BoE Harus Waspadai Kegagalan Brexit.

Tahun ini, Poundsterling menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di antara kelompok 10 mata uang lainnya. Kejatuhan ini dimulai pada 24 Juni ketika keputusan untuk keluar dari zona euro menjadi jelas sehingga menyentuh level terendah dalam 3 dekade pada awal Juli.

Saat ini, Inggris masih berkutat pada cara keluar dari zona euro dengan mulus. Tanpa riak ekonomi berlebihan. Poundsterling sedikit pulih di bulan Agustus pasca keputusan Brexit dipicu oleh data ekonomi yang melebihi perkiraan analis. Akan tetapi kembali turun belakangan ini di tengah spekulasi bahwa Inggris keluar lebih cepat dari zona euro.

Banyak kebijakan Brexit yang harus dilakukan terutama kerjasama keuangan atau perbankan, kerjasama perdagangan dan masalah lainnya. Semua itu diharapkan tidak menimbulkan “goyangan” ekonomi global. Dalam 2 bulan ke depan, kita akan mengetahui kejelasan pembicaraan kebijakan yang sulit karena masing-masing pihak, Inggris dan anggota zona euro, memiliki kepentingan. Perubahan kebijakan secara mendadak bisa menjadikan kegagalan Brexit.

Anggota Dewan Gubernur BoE Minouche Shafik mengatakan pelonggaran moneter lebih lanjut masih dibutuhkan setelah “kejutan ekonomi yang besar” dari Keputusan Brexit. Setelah memangkas suku bunga acuan untuk pertama kali dalam 7 tahun di Agustus, Pembuat Kebijakan BoE yang dipimpin Mark Carney mengatakan ada peluang untuk pemangkasan kembali seiring penilaian mereka mengenai potensi kegagalan Brexit jangka panjang.

Kegagalan Brexit

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account