BoJ Rubah Kerangka Kebijakan, Suku Bunga Tetap Di Area Negatif

BoJ Rubah Kerangka KebijakanBank Sentral Jepang mengalihkan fokus kebijakan moneter-program stimulusnya sebagai hasil rapat kebijakan bank sentral Jepang September. BoJ  menginginkan fleksibilitas lebih besar untuk mengatur efek samping ketika berkomitmen memicu inflasi jangka panjang. BoJ Rubah Kerangka Kebijakan.

Bank Sentral mengatakan akan berpindah dari target ekspansi pasokan uang sambil mengendalikan imbal hasil obligasi di antara yang jatuh tempo. Targetnya menambah basis moneter melalui pembelian aset, sebelumnya di level 80 triliun yen per tahun, saat ini bisa berfluktuasi dalam jangka pendek untuk memudahkan pengambil kebijakan mengendalikan imbal hasil obligasi.

Kebijakan BoJ

juga menghapuskan kepemilikan obligasi pemerintah jangka menengah yang jatuh tempo. Dua langkah ini akan membantu bank sentral mengatur implikasi dari imbal hasil jangka panjang yang lebih rendah di bank-bank Jepang. Gubernur Haruhiko Kuroda dan dewan kebijakan mempertahankan tingkat suku bunga pada level minus (-) 0,1 persen.

Yen melemah terhadap dolar AS dan diperdagangkan di level 102.53, memangkas penguatan tahun ini menjadi 17 persen. Indeks Bursa Saham Topix naik 2,5 persen.

BoJ mendapatkan reaksi keras setelah pertama kalinya mengaplikasikan suku bunga negatif di Januari. Saham-saham perbankan berjatuhan di waktu itu, yen menguat secara signifikan dan sentimen sektor rumah tangga memburuk. Kuroda mengakui bahwa suku bunga negatif memangkas keuntungan institusi keuangan dengan membuat imbal hasil jangka panjang lebih rendah. Sementara indikator ekonomi menunjukkan biaya pinjaman untuk bisnis dan konsumen juga jatuh.

Langkah BoJ ini menunjukkan bahwa mereka prihatin terhadap institusi lembaga keuangan. BoJ Rubah Kerangka Kebijakan.

Dewan kebijakan BoJ juga berjanji untuk mengekspansi basis moneter sampai inflasi stabil di atas target 2 persen. Komitmen ini hingga melampaui indeks harga konsumen untuk menghidupkan lagi harapan inflasi.

Tinjauan Kebijakan BoJ

BoJ termasuk yang paling berani dibanding bank sentral dunia lainnya dalam mengaplikasikan stimulus moneter. Ini dilakukan untuk menghadapi tekanan deflasi dan stagnasi. Tapi baru-baru ini Kuroda secara terbuka mempertimbangkan beban dari kebijakan pelonggaran yang luar biasa ini dibanding keuntungannya, berpindah dari pendekatan “apapun nanti efeknya” yang sudah berlangsung 3 tahun lebih.

Keputusan ini diumumkan Rabu (21 September 2016) disertai tinjauan komprehensif terhadap kebijakannya untuk menilai keefektivan dan menentukan jalan mencapai target inflasi 2 persen. Mereka mengindikasikan BoJ melihat secara jangka panjang untuk meningkatkan aktivitas ekonomi Jepang dan saat ini berfokus pada kerangka kebijakan yang berkelanjutan.

Jika diasumsukan bahwa BoJ sedang berjuang mendekati batasan kemampuannya, ini merupakan tahun pertama Kuroda sebagai gubernur BoJ, bisa jadi pendapat skeptis akan muncul ke permukaan mengenai ketidakberhasilan program kebangkitan ekonomi PM Shinzo Abe yang dikenal sebagai Abenomics. Ini akan sedikit berbahaya bagi kepercayaan pasar.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account