Banyak Bank Sentral Masih Berpotensi Melakukan Pelonggaran Moneter

Bank SentralBanyak Bank Sentral Masih Berpotensi Melakukan Pelonggaran Moneter

Sebagian besar bahkan hampir semua Bank Sentral akan melakukan pelonggaran moneter lebih lanjut. Atau bisa juga tidak merubah kebijakan pelonggaran moneter yang sudah ada. Tidak terkecuali RBNZ (Reserve Bank of New Zealand). RBNZ telah memperlihatkan informasi yang jelas pada penilaian ekonomi mereka yang terakhir. Yaitu dengan mengatakan, “Sepertinya pelonggaran moneter lebih lanjut diperlukan.” Melalui informasi ini sangatlah dianjurkan untuk mengantisipasi pemangkasan suku bunga oleh RBNZ di Agustus ini.

RBA (Reserve Bank of Australia) sebagai tetangga dekat RBNZ, pada meeting minutes terakhir mereka (RBA) menyatakan akan memantau secara dekat perkembangan ekonomi untuk melakukan penyesuaian yang tepat terhadap kebijakan moneter. Penguatan mata uang dolar Australia masih menjadi ancaman bagi neraca ekonomi dan inflasi rendah. Tingkat Inflasi masih di bawah rata-rata sehingga juga meningkatkan peluang RBA untuk memangkan suku bunganya.

Berada di tengah-tengah gejolak Eropa yaitu Bank Sentral Swiss, dimana pasar berharap banyak pada peluang pemangkasan suku bunganya di September setelah realisasi Brexit.

BoJ yang merupakan negara paling lama melakukan pelonggaran moneter, diyakini akan ada pengumuman untuk melakukan kembali stimulus ekonomi atau akomodasi kebijakan lainnya.

Minggu lalu, ECB mengumumkan tidak merubah kebijakan yang sudah ada. Mereka harus melakukan pengamatan untuk mewaspadai penurunan data. Memburuknya data akan meningkatkan harapan pada pelonggaran lebih lanjut yang akan melemahkan euro.

Sedangkan BoE memilih untuk tidak merubah suku bunganya padahal harapan pasar pada kenaikan suku bunga Inggris sangat tinggi. Kedua bank sentral ini masih melihat data yang terpengaruh oleh Brexit sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. PM Inggris yang baru sepertinya belum akan melaksanakan Pasal 50 (untuk menginisiasi keluarnya Inggris dari Uni Eropa) dalam 2 tahun ke depan. Pasar akan meragukan keputusan Brexit jika dalam periode 2 tahun ini, Inggris gagal menunjukkan performa data yang bagus.

BoC (Bank of Canada) adalah bank sentral yang paling dimungkinkan melakukan pelonggaran. Meskipun harga minyak sudah jatuh dari level tertinggi bulan Juni, ekonomi AS yang sehat akan menyeimbangkan ekonomi Kanada. BoC berada pada posisi paling optimis dan berpeluang untuk tidak merubah suku bunganya.

US FED (Federal Reserve) berbeda dengan lainnya. Kemungkinan menjadi satu-satunya bank sentral di antara negara G7 bicara mengenai kebijakan pengetatan moneter. Dampak ketidakpastian Brexit dan Pemilihan Presiden AS di November, FED belum akan memberikan kejutan ke pasar.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account