Langkah The FED Pada 2016

langkah The Fed di tahun 2016Sepanjang tahun kemarin, para pelaku pasar selalu menebak-nebak kapan pihak Bank Sentral AS, The Fed akan mulai menaikkan suku bunga. Saat pertanyaan tersebut dijawab pada bulan ini, perhatian pelaku pasar untuk bulan-bulan yang akan datang bahkan tahun-tahun mendatang telah beralih ke pertanyaan berapa besar atau tinggi suku bunga tersebut akan dinaikkan dan seberapa cepat kenaikannya. Investor masih menerka langkah The Fed pada 2016.

Jawabannya, sebagaimana semua yang diharapkan semua orang pula, bahwa the Fed sekalipun juga masih memiliki perbedaan di antara anggota dewan. Hal ini tidak lepas dari dasar pengambilan kebijakan tersebut yang The Fed dasarkan pada perkembangan kondisi ekonomi AS teraktual, dengan kata lain juga masih tidak menentu. Tentu saja, mengkomunikasikan sesuatu yang tidak menentu adalah persoalan tersendiri pula.

Umumnya, dalam menilai berbagai hal yang bisa mengubah masa depan suku bunga AS adalah melalui pengamatan dari berbagai pernyataan baik yang dikeluarkan oleh Janet Yellen, Gubernur Bank Sentral AS, atau juga para kolega-koleganya, para Gubernur Bank Sentral Wilayah. Juga berbagai laporan-laporan awal dimana umumnya pihak The Fed akan berusaha menahan informasi tersebut untuk mereka sendiri terlebih dahulu. Dalam mengatasi hal ini, The Fed sebaiknya memang tetap memfokuskan perhatian mereka pada upaya-upaya pengembangan ekonomi dan tidak menyinggung masalah jadwal kapan akan naik atau tidak.

Langkah The FED Pada 2016

Bagi pelaku pasar, saat ini yang paling tepat adalah tetap membuka mata dan pikiran atas segala kemungkinan yang bisa terjadi. Semua mengalami perlambatan dan masih belum jelas juga, pertumbuhan seperti jalan ditempat meski kenyataannya tumbuh sangat lamban. Kondisi ekonomi memang lebih membaik ditopang dengan sektor ketenaga kerjaan yang baik saat ini.  Tentu saja ini masih menjadi indikator tradisional, dimana upah yang diterima para pekerja, akan mempengaruhi laju pertumbuhan tingkat konsumsi, ujung-ujungnya seberapa tinggi inflasi akan naik. Hal yang tidak bisa diabaikan begitu jga adalah para pekerja paruh waktu yang masih rendah di kondisi pasar tenaga kerja saat ini.

Bisa dikatakan bahwa langkah The Fed untuk menaikkan suku bunga adalah tepat, kebijakan moneter yang lebih ketat dilakukan mendahului kenaikan inflasi. Inflasi telah beranjak naik, oleh sebab kebijakan yang dijalankan telah tertinggal. Menunggu terlalu lama juga akan menimbulkan resiko, karena hal ini bisa menyeret kepada masalah yang lebih besar lagi mengingat suku bunga bisa tiba-tiba pula dinaikkan. Pun demikian, tetap saja the Fed harus bersikap hati-hati untuk tidak terburu-buru mendahului laju inflasi.

Hal yang lebih utama untuk menjadi perhatian adalah mengartikan “sejauh mana “ the FED akan membiarkan laju inflasi naik sementara ini guna mencapai target 2 persen tersebut. Yellen memang menyatakan target inflasi, namun itu bukan langit-langitnya, bukan batasan atasnya. Artinya, jika menembus dan melampuinya tetap akan ditoleransi sebagaimana jika masih belum tercapai juga. Namun demikian, tetap saja proyeksi akan tingginya inflasi akan satu paket dengan bentuk kebijakan yang akan diambil oleh Bank Sentral. Inflasi AS tumbuh sangat lamban untuk segera mencapai target The Fed, meski belum melampui.

Berbagai isyarat ini tidak banyak membantu, seperti pertanda  berupa ekspektasi the Fed akan inflasi bukan hanya satu-satunya yang bisa menjadi pentunjuk. Yellen sendiri berkali-kali mengatakan bahwa kebijakan suku bunga akan sangat tergantung kepada berbagai data ekonomi terkini, dibandingkan following a pre-determined schedule. Sebelumnya, Dennis Lockhart Gubernur Bank Sentral Wilayah Atlanta mengatakan dalam berbagai kesempatan bahwa tidak berarti kenaikan suku bunga bertahap tersebut diartikan bahwa setiap pertemuan rutin Dewan Gubernur Bank Sentral AS akan menghasilkan keputusan untuk menaikkan suku bunga, bisa jadi hanya dalam pertemuan-pertemuan lain.

Pertemuan-pertemuan ini sangat tidak tergantung kepada kondisi data ekonomi AS. Jatuhnya tingkat pengangguran AS menjadi salah satu contoh bagaimana kebijakan yang diambil pada 16 Desember 2015 lalu. Sebelumnya, kalender ekonomi memegang peran penting dimana The Fed cenderung menaikkan suku bunga diakhir tahun, membuat kepastian bagi kalangan investor untuk mengambil langkah transaksi. Mulai kini, yang perlu diperhatikan adalah data ekonomi dan bukan kalender ekonomi serta berbagai komentar yang muncul dimana seringkali mengungkapkan hal-hal yang belum tersurat.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account