Euro Bergerak Dalam Kisaran Terbatas

Euro bergerak tidak jauh dari level terendah satu tahun di awal perdagangan hari Selasa, menyusul pergerakan tanpa arah yang terbentuk dalam perdagangan hari Senin (01/09) dikarenakan oleh liburan di Amerika Serikat.


Mata uang tunggal Eropa diperdagangkan di $ 1.3129, setelah bergerak dalam kisaran sempit antara $ 1.3119 – $ 1.3146, sepanjang hari Senin. Keadaan itu membuat indeks Dolar bertahan dekat level tertinggi 13 ½ bulan di 82.804.


Terhadap Yen, greenback bergerak sedikit di bawah level tertinggi satu minggu di 104.36. Demikian pula, Euro berada di 136.94 Yen, tidak jauh dari level terendah dua minggu di 136.42 yang dicapai pada Kamis (28/08).


Krisis di Ukraina yang semakin mendalam dan risiko pelonggaran kebijakan oleh Bank Sentral Eropa (ECB), secara bersamaan telah menekan Euro.


Data pada hari Senin menunjukkan melempemnya aktivitas pabrik di zona euro dan aktivitas manufaktur Perancis turun di laju tercepat dalam 15 bulan. Sebuah laporan terpisah menegaskan bahwa ekonomi Jerman mengalami kontraksi, untuk pertama kalinya dalam setahun pada kuartal kedua.


Kondisi tersebut membuat kemungkinan akan adanya stimulus baru oleh ECB, secepatnya pada hari Kamis mendatang, menjadi tetap terbuka. Presiden Perancis Francois Hollande dan presiden ECB Mario Draghi sepakat pada hari Senin bahwa deflasi dan pertumbuhan yang lemah mengancam perekonomian Uni Eropa, kata seorang pejabat di kantor Kepresidenan.


Spekulasi bahwa ECB harus mengikuti jejak The Fed dan BOJ dalam memberlakukan program pembelian obligasi, telah membuat imbal hasil obligasi zona euro turun tajam. Imbal hasil obligasi dua tahun Jerman dan Perancis, sekarang berada di bawah nol persen.


Pada sesi perdagangan lokal, kajian kebijakan oleh Bank Sentral Australia (RBA) akan menjadi pusat perhatian, meskipun tidak ada yang memperkirakan RBA akan merubah kebijakan suku bunga saat ini.


Aussie diperdagangkan di $ 0.9333, sedikit di bawah level tertinggi tiga minggu di $ 0.9374. Secara mengejutkan Aussie terlihat tetap tangguh sekalipun aktivitas sektor manufaktur China mengalami penurunan.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account