Para Pelaku Pasar Pantau Ukraina Dan Fokus Pada ECB

Pasar Eropa menguat meskipun konflik di Ukraina, dengan fokus pada apakah Bank Sentral Eropa akan mengumumkan rencana untuk stimulus ekonomi ketika melakukan pertemuan di pekan ini.


Ukraina melaporkan pasukannya berada kembali mendapat serangan dari tank Rusia pada hari Senin, di saat munculnya tanda-tanda baru bahwa gejolak tersebut merusak perekonomian Eropa.


Output manufaktur di zona euro tumbuh dengan laju yang paling lambat di lebih dari satu tahun dan pabrik melaporkan pesanan merosot karena pelemahan muncul di penjuru wilayah tersebut.


Meski begitu, saham pada indeks FTSEurofirst 300 Eropa sebagian besar mempertahankan posisinya setelah pasar di Asia mengabaikan beberapa data mengecewakan dari Cina.


Para pemimpin Uni Eropa menyusun sanksi baru terhadap Moskow. Sumber Uni Eropa mengatakan kepada Reuters bahwa negara-negara Eropa kemungkinan dilarang membeli obligasi pemerintah baru Rusia. Pihak lain mengatakan Uni Eropa kemungkinan membatasi ekspor gas dan membatasi penggunaan industri jika Rusia mulai menekan pasokan atau mendorong harga naik.


Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengakui bahwa memberlakukan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia mungkin melukai perekonomian Jerman tetapi beliau mengatakan tidak melakukan apa-apa “bukan pilihan”.


Bank Sentral Eropa bertemu akan melakukan pertemuan pada Kamis pekan ini dan merupakan acara perdana untuk pasar mencari kejelasan tentang respon zona euro terhadap terhentinya pemulihan, inflasi yang menghilang dan laju lamban reformasi.


Seperti diketahui, inflasi perekonomian sebesar €9,6 triliun turun ke posisi terendah lima tahun dari 0,3 persen pada Agustus, tanda bahwa bantalan zona euro terhadap deflasi gaya Jepang semakin tipis.


Benoit Coeure, salah satu pembuat kebijakan ECB, dalam sebuah wawancara mengatakan pada akhir pekan bahwa bank sentral siap menyesuaikan kebijakan moneter lebih lanjut jika diperlukan. Perdana Menteri Perancis Manuel Valls juga mengulangi seruannya untuk ECB untuk mengatasi masalah euro yang over-valued.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account