Stochastic Oscillator

    885

    Setelah indikator Moving Average, Stochastic Oscillator adalah salah satu indikator momentum yang cukup banyak digunakan oleh trader, pergerakannya yang sebagian besar mengikuti pergerakan harga terkadang dipergunakan oleh trader untuk sinyal trend dan jual-beli.

    Bagaimana cara membaca indikator Stochastic Oscillator ?
    Saat pertama kali penggunakan indikator ini kita akan menjumpai setting default dari indikator ini, yaitu setting value 8, 3, 3 dan setting level 20 dan 80 untuk area overbought dan oversold. Menurut saya setting ini kurang pas untuk melihat kondisi momentum harga karena pergerakan indikator kurang sensitif, saya mengubah setting menjadi 5, 3, 3 untuk pembacaan yang lebih akurat.

    Overbought – Oversold

    Banyak trader menggunakan level ini sebagai patokan dalam bertrading, tetapi kesalahan yang sering dilakukan oleh trader pemula adalah menjadikannya sebagai sinyal jual/beli ketika stochastic meninggalkan area overbought dan oversold.

    Stochastic saat market ranging

    Penggunaan level overbought – oversold sebagai sinyal jual/beli hanya berlaku pada saat market ranging atau sedang tidak ada trend (sideways) dengan prinsip dasar : open posisi jual saat stochastic saling berpotongan dan meninggalkan level overbought dan open posisi beli saat stochastic saling berpotongan dan meninggalkan level oversold. Pada saat market sedang trending (membentuk trend naik atau turun) kondisi ini tidak berlaku.

    Stochastic saat market trending

    Pada saat market sedang uptrend ada baiknya kita mengabaikan level overbought dan fokus pada level oversold dan juga sebaliknya, ketika market sedang downtrend kita abaikan level oversold dan fokus pada level overbought.

    Strong Uptrend ditunjukkan oleh stochastic yang menyentuh level overbought berkali-kali tanpa menyentuh level oversold .
    Strong Downtrend ditunjukkan oleh stochastic yang menyentuh level oversold berkali-kali tanpa menyentuh level overbought.

    Pada kondisi ini saat stochastic menyentuh level yang berlawanan maka kemungkinan menunjukkan bahwa kekuatan trend mulai berkurang dan kemungkinan akan terjadi pembalikan harga atau harga akan ranging (sideways).

    Pada contoh di atas (chart GOLD) kita bisa melihat bahwa stochastic menunjukkan kondisi strong uptrend sejak tahun 2000 dengan menyentuh level overbought berkali-kali dan pada bulan Maret 2013 lalu pertamakalinya emas mengalami penjualan hingga level oversold yang menyebabkan emas turun hingga key support level $1180 (harga emas masih di sekitar level $1560 saat stochastic masuk ke area oversold).

    Pembacaan stochastic dalam kondisi ini adalah : ketika stochastic menyentuh level oversold setelah strong uptrend, ada kemungkinan trend akan ranging atau ada kemungkinan reversal, setelah kondisi ini muncul trader akan menggunakan trend line atau level-level support resistance untuk mengkonfirmasi perubahan trend.
    Uptrend kemungkinan akan berlanjut apabila muncul positive divergence dan stochastic kembali menyentuh level overbought.

    Pada contoh di atas saya hanya menggunakan fast stochastic karena dengan melihat kondisi fast stochastic saja tanpa crossing kita sudah bisa melihat kondisi momentum pergerakan harga.

    SHARE
    Previous articleMoving Average
    Next articleBollinger Bands